Sumbawanews.com,- Wahyu Wijiastanto, bek bertubuh tinggi 193 cm yang pernah memperkuat Timnas Indonesia pada periode 2006–2007 dan 2011–2013, kini menjalani kehidupan jauh dari sorotan lampu stadion. Setelah gantung sepatu, mantan pemain Persiba Bantul itu memilih beralih profesi menjadi peternak lele, meninggalkan hiruk-pikuk sepak bola yang pernah membesarkan namanya.
Dikenal dengan julukan “Buto”, Wahyu menjadi salah satu pemain paling jangkung dalam sejarah sepak bola Indonesia, hampir setara dengan Elkan Baggott yang berpostur 194 cm. Karier klubnya melejit saat membela Persiba Bantul antara 2009–2012 dan kembali pada 2014–2015, di mana ia menjadi pilar utama dalam promosi klub ke Divisi Utama Liga Indonesia pada 2011. Ia pun dikenang atas perannya dalam laga epik saat Persiba bangkit dari tertinggal 0-3 menjadi 3-3 dalam pertandingan penentuan promosi.
Keberhasilannya di level klub membuka pintu bagi panggilan ke tim nasional, termasuk saat ia masuk dalam skuad Timnas Indonesia yang berlaga di Piala AFF 2012 di bawah arahan pelatih Nil Maizar. Wahyu pernah satu tim dengan sejumlah nama besar seperti Tony Sucipto, Zulkifli Syukur, Ahmad Bustomi, dan Fery Rotinsulu. Ia mengakui pelatih Edward Chong sebagai sosok kunci yang mempercayainya dan membuka jalan menuju tim nasional.
Setelah pensiun, Wahyu memilih jalan hidup yang tak lazim bagi mantan pemain tim nasional: membangun usaha peternakan lele. Pilihan ini sempat menarik perhatian publik, mengingat jarangnya eks pemain internasional yang meninggalkan dunia sepak bola untuk menekuni bidang pertanian dan perikanan. Hingga kini, ia menjalani kehidupan sederhana di balik usahanya, jauh dari sorotan media, tapi tetap bangga dengan jejak yang pernah ia ciptakan.















