Home Berita Olah Raga Duel Taktik Guru dan Murid Memanas di Final Piala Dunia 2026

Duel Taktik Guru dan Murid Memanas di Final Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Spanyol dan Argentina akan bertemu dalam final Piala Dunia 2026 pada Senin, 20 Juli 2026, dini hari WIB, di Stadion New York New Jersey. Pertandingan ini bukan hanya mempertemukan dua tim raksasa—juara Eropa versus juara dunia—tetapi juga menjadi momen langka di mana pelatih Luis de la Fuente dan Lionel Scaloni, yang pernah berhubungan sebagai guru dan murid di akademi RFEF, saling berhadapan di sisi berlawanan lapangan.

De la Fuente, yang pernah menjadi instruktur Scaloni di Las Rozas pada 2017, kini memimpin Spanyol yang tampil impresif sepanjang turnamen. Tim Matador hanya kebobolan sekali sepanjang perjalanan ke final, setelah menang atas Arab Saudi, Uruguay, Austria, Portugal, Belgia, dan Prancis. Sementara itu, Argentina yang dipimpin Scaloni menembus final setelah menyingkirkan Tanjung Verde, Mesir, Swiss, dan Inggris dengan konsistensi di menit-menit akhir. Kedua tim sama-sama berburu sejarah: Spanyol ingin meraih gelar Piala Dunia kedua setelah 16 tahun, sementara Argentina berusaha menjadi tim pertama sejak Brasil 1962 yang mempertahankan gelar dunia.

Hubungan pribadi antara De la Fuente dan Scaloni menjadi narasi utama di balik laga ini. Scaloni pernah menyebut sang mentor sebagai sosok yang sangat berpengaruh dalam perjalanan kepelatihannya, sementara De la Fuente mengakui keberhasilan Scaloni dalam membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 dan Copa America 2024. Keduanya saling menghormati, meski kini berdiri di garis batas yang berlawanan, siap menguji strategi, mental, dan keberanian masing-masing tim.

FIFA telah menunjuk wasit Slovenia, Slavko Vincic, untuk memimpin laga puncak ini. Sementara itu, Presiden Argentina Javier Milei memutuskan menyaksikan pertandingan dari rumah, sementara Presiden AS Donald Trump dikabarkan akan hadir dan menyerahkan trofi juara. Dengan segala beban sejarah, emosi, dan taktik, final ini siap menjadi salah satu laga paling berarti dalam sejarah Piala Dunia.

Previous articleGuardiola Tegaskan Tak Ingin Latih Lagi, Termasuk Timnas Italia
Next articleJay Idzes Tetap di Sassuolo Meski Muharemovic Hengkang ke Leeds United