Home Berita Olah Raga Demi Honor, Mahrez Tetap Cetak Gol Meski Risiko Tersingkir

Demi Honor, Mahrez Tetap Cetak Gol Meski Risiko Tersingkir

Sumbawanews.com,- Kansas City – Di menit-menit terakhir laga grup J Piala Dunia 2026, Riyad Mahrez menghadapi pilihan yang tak hanya teknis, tapi moral. Saat Aljazair unggul 3-2 atas Austria, dan kemenangan itu akan mengirim timnya menghadapi Spanyol di babak 32 besar—sementara Austria tersingkir—Mahrez memilih tetap menyelesaikan peluang. Golnya di menit 90+3 bukanlah keputusan strategis, tapi pernyataan: ia tak mau mengkhianati sepak bola.

Laga yang berlangsung di Kansas City Stadium pada Minggu, 28 Juni 2026, sempat membeku setelah skor 2-2. Kedua tim tampak puas dengan hasil imbang, hingga tak ada lebih dari dua tembakan dalam 25 menit terakhir. Tapi di detik-detik akhir, umpan silang dari sisi kanan membawa bola menggelinding bebas ke depan gawang Austria. Mahrez, yang berlari tanpa pengawalan, tak sempat berpikir panjang. Ia menendangnya—dan bola pun bersarang di gawang.

Reaksi langsung terlihat di lapangan. Pemain Aljazair terdiam. Ada yang menunduk. Ada yang saling memandang, seolah tak percaya apa yang baru saja terjadi. Di pinggir lapangan, pelatih pun terlihat memegang kepalanya. Sementara di tribun, pendukung Austria menahan napas—karena sejatinya, gol itu mengancam kelolosan mereka.

Tapi dalam wawancara setelah pertandingan, Mahrez menjelaskan dengan tenang: “Itu memang canggung. Tapi saya harus menghormati permainan. Bola sampai di depan saya, dan saya harus mencoba. Ini sepak bola.”

Tak lama setelah golnya, Austria bangkit. Sasa Kalajdzic memanfaatkan kekosongan di belakang pertahanan Aljazair untuk menyamakan kedudukan di menit 90+6. Skor 3-3 bertahan hingga wasit meniup peluit akhir. Dan dalam keajaiban statistik, hasil itu justru menguntungkan Aljazair: sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, mereka lolos tanpa harus menghadapi Spanyol, melainkan Swiss. Austria, meski tersisih dari posisi runner-up grup, tetap lolos—dan justru mendapat lawan yang lebih ringan: Spanyol.

“Hal baiknya adalah, mereka juga lolos,” ujar Mahrez. “Kami berdua maju. Dan itu yang terpenting hari ini.”

Peristiwa ini langsung menjadi perbincangan global. Di media sosial, tagar #HonorOverStrategy menjadi tren, dengan banyak penggemar memuji integritas Mahrez. Analis sepak bola menyebutnya sebagai salah satu momen paling berkelas dalam sejarah Piala Dunia modern—bukan karena kehebatan teknis, tapi karena keberanian memilih prinsip di atas kepentingan.

Aljazair, yang kini akan bertemu Swiss pada 3 Juli mendatang di Houston, tetap melaju. Dan Mahrez? Ia tak hanya jadi pencetak gol. Ia menjadi simbol bahwa dalam dunia yang sering mengutamakan hasil, ada yang tetap memilih menghormati permainan—bahkan ketika itu mengorbankan keuntungan.

Previous articleLiverpool Butuh Keberuntungan dan Kesatuan untuk Bangkit Kembali
Next articleRamadhan Sananta Kembali Berburu Gol Bersama Persebaya Usai Musim Suram di DPMM