Home Berita Olah Raga Cristiano Ronaldo Denda Rp89 Juta Usai Tolak Wawancara Cepat di AFC

Cristiano Ronaldo Denda Rp89 Juta Usai Tolak Wawancara Cepat di AFC

Sumbawanews.com,- Kapten Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo, harus membayar denda senilai USD5.000 atau sekitar Rp89,65 juta setelah menolak mengikuti wawancara cepat pasca-laga di ajang AFC Champions League Two. Sanksi ini dijatuhkan oleh AFC tepat di tengah misinya membawa Portugal meraih gelar juara Piala Dunia 2026—sebuah momen yang menjadi puncak karier legenda sepak bola dunia itu.

Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, sedang mempersembahkan performa luar biasa di turnamen global. Setelah gagal mencetak gol dalam laga pembuka kala Portugal ditahan imbang 1-1 oleh DR Congo, ia bangkit dengan gemilang saat menghadapi Uzbekistan. Dua golnya memicu kemenangan telak 5-0, sekaligus membuatnya menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol di enam edisi berbeda: 2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan kini 2026—melebihi catatan Lionel Messi yang gagal mencetak gol di Piala Dunia 2010.

Namun, di balik kejayaannya di atas lapangan, Ronaldo menghadapi masalah administratif di kancah klub. Insiden terjadi saat ia membela Al Nassr dalam laga kontra Gamba Osaka di AFC Champions League Two. Menurut dokumen resmi AFC, pemain berjuluk CR7 itu tidak memenuhi permintaan panitia untuk mengikuti sesi flash interview setelah pertandingan. Aturan ini berlaku bagi semua pemain yang bertanding di kompetisi AFC, tanpa pengecualian—bahkan untuk bintang sekelas Ronaldo.

Denda yang dijatuhkan bersifat wajib dan harus dibayarkan dalam waktu 30 hari sejak keputusan resmi dikeluarkan. Meski tidak menghentikan partisipasinya di Piala Dunia, sanksi ini menambah tekanan psikologis di tengah tekanan besar untuk membawa Portugal lolos ke babak 32 besar. Saat ini, Selecao das Quinas berada di posisi kedua Grup K dengan empat poin, dan pertandingan terakhir melawan Colombia menjadi penentu nasib mereka.

Ronaldo sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait sanksi ini. Namun, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia pernah menyatakan bahwa fokus utamanya adalah tim nasional, bukan urusan klub atau administrasi. Kini, ia harus membuktikan bahwa kehebatannya di lapangan tak tergoyahkan oleh hambatan di luar lapangan.

Portugal sendiri masih menanti hasil laga melawan Colombia, yang akan menentukan apakah mereka akan tampil sebagai juara grup atau hanya runner-up. Jika lolos sebagai juara, Portugal akan menghadapi tim peringkat ketiga terbaik dari grup lain—sementara jika finis kedua, mereka akan bertemu juara grup lain yang lebih berbahaya.

Di tengah gemuruh pujian atas rekor sejarahnya, sanksi dari AFC menjadi catatan kecil yang tak terhindarkan—sebuah pengingat bahwa bahkan legenda sekalipun tetap tunduk pada aturan. Dan di usia yang tak lagi muda, Ronaldo terus membuktikan: ia bukan hanya pemain yang mencetak gol, tapi juga sosok yang tak pernah mundur dari tantangan—baik di lapangan maupun di luar.

Previous articleDelapan Tim Raih Tiket 32 Besar Lewat Peringkat Tiga Terbaik
Next articleJepang Tampil Gemilang di Grup Piala Dunia 2026, Tak Terkalahkan dan Catat 7 Gol