Sumbawanews.com,- Cristiano Ronaldo menjalani laga penuh gejolak emosi saat Portugal mengalahkan Kroasia 2-1 dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Toronto Stadium, Jumat (3/7) pagi WIB. Kapten Portugal itu mengalami rentetan momen tak terduga: golnya dianulir VAR karena offside, lalu mencetak gol penyama kedudukan lewat penalti, sebelum akhirnya ditarik keluar lapangan pada menit ke-81. Portugal baru unggul setelah Goncalo Ramos mencetak gol kemenangan di menit ke-94, dan keputusan VAR kembali menentukan nasib pertandingan dengan menganulir gol penyama kedudukan Kroasia di injury time.
Portugal sempat terancam tersingkir setelah tertinggal 0-1 akibat gol Ivan Perisic di babak pertama. Ronaldo, yang belum pernah mencetak gol di fase gugur Piala Dunia sepanjang enam partisipasinya, tampak frustrasi setelah golnya di babak kedua dibatalkan karena posisi offside yang sangat tipis. Namun, ia bangkit dengan mengeksekusi penalti dengan tenang, mencatatkan gol pertamanya di babak eliminasi langsung Piala Dunia. Pergantian dirinya oleh pelatih menuai pro dan kontra, terutama karena Portugal masih butuh satu gol untuk menang.
Keputusan menarik Ronaldo justru terbukti tepat. Dua menit setelah ia keluar, Goncalo Ramos mencetak gol penentu kemenangan. Drama berlanjut di detik-detik akhir ketika Kroasia menyamakan skor, namun wasit mengonfirmasi lewat VAR bahwa gol tersebut sah secara teknis—namun dianulir karena pelanggaran sebelumnya. Kemenangan ini mengantarkan Portugal ke babak 16 besar, sekaligus menyelamatkan mimpi Ronaldo untuk mengangkat trofi Piala Dunia di edisi terakhir kemungkinannya.
Mantan winger Inggris Theo Walcott memuji keputusan pelatih, menyebut bahwa menarik Ronaldo sebelum gol offside-nya adalah langkah strategis yang berbuah hasil. “Saya pikir itu keputusan yang tepat pada akhirnya,” ucap Walcott. Sementara itu, pelatih Kroasia Zlatko Dalic menyebut keputusan VAR yang menganulir gol timnya sebagai “membunuh emosi sepak bola.”















