Sumbawanews.com,- Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih baru timnas Belanda, menggantikan Ronald Koeman yang gagal membawa tim meraih gelar di Piala Dunia setelah tersingkir di babak 32 besar oleh Maroko lewat adu penalti. Keputusan ini mengulang kisah serupa ketika Xavi menggantikan Koeman di Barcelona pada 2021—dan berhasil membawa La Blaugrana juara La Liga 2022/2023 serta Piala Super Spanyol di awal musim berikutnya. Suporter Belanda kini berharap pola sukses yang sama bisa terulang di Tim Oranye, dengan gaya permainan menyerang khas Xavi yang dianggap mampu membangkitkan potensi maksimal tim.
Sejarah timnas Belanda memang penuh kejayaan yang belum sepenuhnya terwujud dalam bentuk trofi besar: hanya satu gelar Eropa, yaitu Euro 1988, sementara tiga kali menjadi runner-up Piala Dunia dan sekali runner-up UEFA Nations League. Kini, dengan Xavi di kursi pelatih, harapan baru muncul untuk meraih prestasi lebih tinggi. Tantangan pertama adalah UEFA Nations League, yang meski dianggap sebagai ajang “kelas dua”, tetap membawa trofi bergengsi. Namun, fokus utama jelas pada Euro 2028—kesempatan emas bagi Belanda, yang memiliki sumber daya pemain berkualitas tinggi, untuk kembali bersaing di puncak sepak bola Eropa.
Kehadiran Xavi bukan sekadar pergantian pelatih, tapi simbol transisi strategis: dari kegagalan berulang menuju visi permainan yang menyerang, kreatif, dan penuh keyakinan. Di tangan sang legenda Barcelona, Tim Oranye punya peluang nyata untuk mengubah sejarah.















