Home Berita Olah Raga Como 1907 Terancam Berlaga di Liga Champions dengan Hanya 16 Pemain

Como 1907 Terancam Berlaga di Liga Champions dengan Hanya 16 Pemain

Sumbawanews.com,- Como 1907 resmi lolos ke Liga Champions 2026-2027 setelah finis di posisi keempat Liga Italia 2025-2026, namun keberhasilan itu justru membuka tantangan besar: klub asal Lombardia itu hanya bisa mendaftarkan 16-17 pemain untuk kompetisi Eropa karena keterbatasan pemain homegrown. Pelatih Cesc Fabregas mengakui situasi ini memerlukan waktu 2-3 tahun untuk diperbaiki, mengingat aturan UEFA mengharuskan delapan dari 25 nama yang didaftarkan harus berasal dari akademi klub atau liga domestik, dengan empat di antaranya wajib lulusan akademi Como sendiri. Saat ini, tim hanya memiliki satu pemain yang memenuhi kriteria homegrown Italia, jauh di bawah ambang batas yang dibutuhkan.

Kelolosan ke Liga Champions memang menjadi pencapaian sejarah bagi Como 1907, yang sebelumnya jarang muncul di peta sepak bola Eropa. Namun, di balik kegembiraan itu, ada dua hambatan struktural yang mengancam kelancaran partisipasi mereka. Pertama, Stadion Giuseppe Sinigaglia masih perlu direnovasi menyeluruh agar memenuhi standar UEFA, mulai dari kapasitas, fasilitas media, hingga keamanan. Kedua, dan yang lebih krusial, adalah minimnya sumber daya pemain lokal. Meski klub telah berupaya mempertahankan beberapa talenta muda, kenyataannya mereka belum mampu membangun pipeline akademi yang kuat seperti klub-klub besar Eropa.

Fabregas, yang dikenal sebagai arsitek permainan modern, kini harus bermain dengan kartu terbatas. Dengan hanya satu pemain homegrown yang memenuhi syarat, Como terpaksa mengorbankan sejumlah pemain asing atau yang tidak memenuhi kriteria, meski mereka menjadi tulang punggung tim musim lalu. Ini berarti, meski memiliki skuad yang kompetitif di Serie A, mereka bisa kehilangan hampir sepertiga kekuatan tim saat tampil di panggung Eropa.

Klub kini berada di persimpangan: memilih antara mempertahankan identitas lokal yang masih rapuh atau membeli pemain asing yang tidak bisa didaftarkan. Sementara itu, upaya merekrut bek timnas Inggris yang sempat menjadi incaran musim lalu gagal, menunjukkan betapa sulitnya Como bersaing dalam pasar transfer meski memiliki dana yang memadai. Tantangan bukan hanya soal uang, tapi soal sistem jangka panjang—dan waktu yang tersisa untuk membangunnya semakin sempit.

Previous articleJorge Martin Terancam, Marquez Siap Rebut Puncak Klasemen MotoGP 2026 di Silverstone
Next articleArsenal Buru Vinicius dan Guimaraes untuk Pertahankan Gelar Liga Inggris