Home Berita Olah Raga Mancini Bangun Era Baru Italia dengan Donnarumma, Bastoni, Tonali, dan Esposito

Mancini Bangun Era Baru Italia dengan Donnarumma, Bastoni, Tonali, dan Esposito

Sumbawanews.com,- Roberto Mancini mulai membangun fondasi baru Timnas Italia dengan mengandalkan kombinasi pemain berpengalaman dan bakat muda, sejak memulai periode kedua kepemimpinannya. Gianluigi Donnarumma, yang kini memegang ban kapten, menjadi satu-satunya kiper yang tampil di semua empat laga awal, sementara Alessandro Bastoni dan Sandro Tonali menjadi tulang punggung bertahan dan tengah. Di lini depan, Pio Esposito, 21 tahun, mencatat dua gol dan satu assist dalam empat penampilan terakhirnya bersama Gli Azzurri.

Donnarumma, 27, menjadi pemain dengan jam terbang tertinggi di bawah Mancini, konsisten tampil penuh di setiap laga dan dipercaya memimpin tim sebagai kapten. Di belakangnya, Bastoni—bek tengah Inter Milan—tak tergantikan, mencetak dua gol dalam tiga penampilan pertamanya di era baru, sekaligus menjadi pemimpin lini belakang bersama Gianluca Mancini. Di tengah lapangan, Tonali dari Tottenham menjadi penggerak utama, dimainkan dalam semua empat laga (tiga kali starter, satu kali subtitusi) dan menyumbang satu assist.

Di depan, Esposito menjadi kejutan terbesar Mancini. Penyerang muda Inter Milan itu tidak hanya menunjukkan ketajaman di level klub, tetapi juga membawa performa itu ke tim nasional. Dua gol dan satu assist dalam empat laga terakhir membuatnya menjadi calon utama pengganti generasi legenda seperti Vieri dan Toni. “Esposito sangat haus akan gol, semangat juang, dan kesempatan bermain. Dia luar biasa, dan saya rasa dalam kurun waktu dua tahun, dia bisa dengan mudah menjadi sosok penyerang tengah yang mampu menunjang permainan tim,” ujar Mancini, seperti dikutip RAI Sport.

Selain empat nama kunci itu, Mancini secara konsisten memberi ruang pada generasi muda. Michael Kayode, Alessandro Romano, Issa Doumbia, Antonio Vergara, dan Giorgio Scalvini telah mulai mendapat kesempatan bermain, menandai komitmen jelas sang pelatih terhadap regenerasi tim setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Proyek Mancini kini jelas: membangun kembali kejayaan Italia bukan hanya dengan pengalaman, tapi dengan darah baru yang siap memimpin masa depan.

Previous articleRizky Ridho Ucapkan Selamat Pagi, “Jantung Aman” Usai Juara ASEAN Cup 2026
Next articleOle Romeny, Sang Pencipta Gol Tanpa Menjadi Pencetak Gol