Sumbawanews.com,- Tidak ada ponsel baru dari CMF, merek anggaran milik Nothing, pada tahun ini. Keputusan ini diambil karena lonjakan harga memori yang tak terelakkan, seperti diungkapkan salah satu pendiri Nothing, Akis Evangelidis, dalam unggahan di platform X.
Meski tim CMF telah merancang penerus Phone Pro 2, Evangelidis menjelaskan bahwa kondisi pasar saat ini membuatnya mustahil untuk menghadirkan perangkat yang benar-benar terasa sebagai lompatan signifikan—tanpa mengorbankan harga yang sesuai dengan filosofi anggaran merek ini. “Kami lebih memilih transparan daripada memaksakan rilis yang tidak sesuai dengan nilai inti CMF,” katanya.
Lonjakan harga RAM ini dipicu oleh kelangkaan pasokan global, akibat produsen chip yang memprioritaskan produksi untuk memenuhi permintaan besar dari industri kecerdasan buatan. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi CMF, tetapi juga raksasa teknologi seperti Apple dan Samsung, yang sudah memperingatkan kemungkinan kenaikan harga perangkat. Lembaga riset IDC bahkan memprediksi penurunan pengiriman PC hingga hampir 10% tahun ini akibat tekanan biaya memori yang terus meningkat.
Phone Pro 2, yang diluncurkan pada April tahun lalu, tetap menjadi ponsel andalan CMF hingga kini. Perangkat ini menjadi ponsel paling ringan dan paling tipis yang pernah dirancang Nothing, dengan klaim daya tahan baterai hingga dua hari sekali isi ulang. Beberapa bulan setelah peluncurannya, Nothing memisahkan CMF menjadi anak perusahaan independen yang berbasis di India—pasar terbesar bagi Nothing.
Meski tak ada ponsel baru, Evangelidis menegaskan bahwa CMF tetap aktif mengembangkan produk. “Kami akan merilis beberapa produk baru, termasuk kategori yang sama sekali baru,” ujarnya, menandakan bahwa strategi merek ini belum berhenti—hanya menyesuaikan tempo dengan realitas ekonomi global.















