Sumbawanews.com,- Bek Persib Bandung, Frans Putros, mencatatkan nama dalam sejarah sepak bola Indonesia dengan menjadi pemain aktif liga Tanah Air pertama yang tampil di Piala Dunia. Pemain berusia 32 tahun itu memulai laga sebagai starter saat Timnas Irak menghadapi Senegal pada laga terakhir Grup I, Sabtu, 27 Juni 2026, dini hari WIB.
Meski Irak tumbang telak 0-5 di tengah tekanan berkelanjutan dari tim Afrika yang tampil dominan, Putros tetap dipercaya menjalani 90 menit penuh di posisi bek kanan—posisi yang juga ia jalani bersama Persib. Kepercayaan ini semakin berarti mengingat Irak harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-13, setelah Rebin Sulaka menerima kartu merah.
Meski timnya kewalahan, Putros menunjukkan ketahanan dan konsistensi. Menurut data Fotmob, ia mencatatkan 41 sentuhan bola dengan akurasi umpan 91 persen, tiga tekel, empat sapuan, dua intersep, dan memenangkan tiga dari enam duel tanah, plus satu duel udara. Ia juga menciptakan satu peluang berbahaya bagi Irak, meski gagal berbuah gol.
Namun, penampilannya dinilai rendah oleh sistem evaluasi: rating 4,9 menjadi salah satu yang terendah di laga tersebut—meski tetap yang terbaik di lini belakang Irak. Statistik individu yang cukup solid tak mampu menyelamatkan reputasinya dari kritik akibat kekalahan telak timnya.
Pencapaian Putros tetap tak terbantahkan. Ia menjadi pemain pertama dari kompetisi Liga Indonesia yang tampil di Piala Dunia dalam status aktif bersama klub lokal. Sebelumnya, sejumlah legenda dunia seperti Mario Kempes, Roger Milla, Michael Essien, atau Peter Odemwingie pernah bermain di Indonesia, tetapi mereka sudah melewati masa Piala Dunia sebelumnya.
Dengan debutnya di Senegal, Frans Putros bukan sekadar pemain yang tampil—ia menjadi simbol bahwa pemain dari liga domestik bisa bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia, meski dengan hasil yang pahit.















