Home Berita Internasional Celana Pendek di Kantor Tokyo Picu Perdebatan Soal Kesetaraan dan Etika

Celana Pendek di Kantor Tokyo Picu Perdebatan Soal Kesetaraan dan Etika

Sumbawanews.com,- Pemerintah Metropolitan Tokyo mendorong pekerja mengenakan celana pendek sebagai bagian dari program “Tokyo Cool Biz” guna menghadapi suhu panas ekstrem, memicu perdebatan tentang kesetaraan berpakaian dan norma sosial di tempat kerja. Kebijakan yang diluncurkan Gubernur Yuriko Koike pada April 2026 ini memperluas pilihan pakaian kerja, termasuk kaus, sepatu olahraga, dan celana pendek, sebagai upaya mengurangi penggunaan AC. Namun, perbedaan perlakuan antara pria dan perempuan menjadi sorotan: sementara pria diperbolehkan memakai celana pendek, perempuan tetap diharapkan mengenakan stoking, memicu keluhan soal “pelecehan bulu kaki” dan istilah baru “sunehara” di media sosial. Pemerintah menegaskan kebijakan ini bukan aturan wajib, melainkan pilihan yang bertujuan kenyamanan tanpa memaksa penampilan tertentu. Di sisi lain, tren ini mendorong meningkatnya permintaan prosedur penghilangan bulu kaki di klinik kecantikan, karena sebagian pria merasa perlu menyesuaikan diri dengan ekspektasi sosial. Program ini merupakan kelanjutan dari kampanye “Cool Biz” yang dimulai sejak 2005, diperkuat pasca-bencana Tohoku 2011, dan kini kembali ditekankan mengingat cuaca ekstrem yang telah menewaskan tujuh orang dan melukai ribuan lainnya pada Juli 2026.

Previous articleLaurin Ulrich, Gelandang Jerman Berdarah Surabaya, Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Next articleFIFA Bayar Kompensasi Rp6,2 Triliun ke Klub yang Lepas Pemain ke Piala Dunia 2026