Sumbawanews.com,- Singapura akan menghadapi Timnas Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat, 25 September 2026, dalam laga pembuka Grup A FIFA ASEAN Cup 2026. Pelatih The Lions, Gavin Lee, mengakui bahwa skuad Garuda kali ini jauh lebih kuat dibandingkan saat mereka bermain imbang 1-1 pada pertandingan terakhir fase grup Piala AFF 2026, 7 Agustus 2026. Lee menilai pertemuan ini sebagai ujian penting untuk mengukur perkembangan timnya, terutama setelah Indonesia memanggil lebih banyak pemain berkualitas, termasuk yang berkarier di luar negeri.
Lee tidak memandang kekuatan Indonesia sebagai ancaman semata, melainkan sebagai kesempatan untuk mematangkan strategi dan mental tim. “Kami mengantisipasi tantangan berat. Pengalaman seperti ini diperlukan jika kami ingin menjadi tim nasional yang lebih tangguh,” ujarnya dalam pernyataan resmi Federasi Sepak Bola Singapura (FAS), Selasa, 22 September 2026. Ia menekankan bahwa setiap hambatan dalam turnamen harus menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar ukuran hasil akhir.
Singapura melakukan sejumlah perubahan dalam komposisi pemain untuk turnamen ini. Safuwan Baharudin dan Irfan Najeeb kembali dipanggil setelah absen di ASEAN Hyundai Cup 2026, sementara Faris Ramli kembali masuk skuad setelah terakhir kali bermain pada November 2025. Gelandang FC Jurong, Haziq Kamarudin, mendapat panggilan perdana setelah menunjukkan konsistensi dan semangat tinggi di kompetisi domestik. “Ada konsistensi dalam selalu berusaha sebaik mungkin dan kemauan untuk melakukan segalanya untuk tim,” kata Lee tentang pemain muda tersebut.
Dalam skuad 23 pemain yang dibawa ke Jakarta, Hariss Harun tetap menjadi tulang punggung dengan 155 caps. Di lini depan, Shawal Anuar, Ilhan Fandi, dan Faris Ramli menjadi andalan, sementara Safuwan Baharudin dan Harhys Stewart menjadi dua pemain yang bermain di luar negeri. Turnamen ini juga menjadi bagian dari persiapan Singapura menuju Piala Asia 2027 yang akan berlangsung pada Januari mendatang.
Setelah bertemu Indonesia, Singapura akan menghadapi Bangladesh pada 28 September, lalu menutup fase grup melawan Malaysia di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, pada 1 Oktober 2026. Lee menegaskan bahwa meski hasil tetap menjadi target, proses membangun fondasi tim justru menjadi prioritas utama. “Kami telah memperlihatkan sekilas potensi yang ada dan mencatat kemajuan yang menggembirakan selama beberapa bulan terakhir. Kami ingin terus mengembangkannya.”















