Home Berita Nasional Bung Karno Sudah Perhitungkan Gizi Rakyat Sejak 1950-an

Bung Karno Sudah Perhitungkan Gizi Rakyat Sejak 1950-an

Sumbawanews.com,- PDIP mengangkat kembali konsep kedaulatan pangan dan gizi sehat yang dirumuskan Presiden Pertama Indonesia, Soekarno, dalam buku *Mustika Rasa* yang terbit tahun 1954. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, rekomendasi nutrisi dalam buku itu—termasuk kebutuhan kalori harian dan porsi beras bagi ibu hamil—telah dirancang jauh sebelum program MBG (Makanan Bergizi) diluncurkan.

Pernyataan itu disampaikan Hasto dalam pembukaan Festival Wisata Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno 2026 di Pamulang Square, Tangerang Selatan. Ia mencontohkan halaman 15 buku tersebut, yang secara spesifik menyebut: seorang ayah berusia 30 tahun membutuhkan 2.600 kalori per hari, sementara ibu hamil lima bulan memerlukan 500 gram beras. “Ini bukan sekadar resep masakan, tapi panduan kemandirian pangan berbasis kebutuhan dasar rakyat,” ujar Hasto.

Ia menekankan, gagasan Bung Karno bukan hanya soal makanan, tapi soal kedaulatan. “Ketika jeruk Pontianak lenyap dari pasar, bukan karena gagal panen, tapi karena monopoli tata niaga di masa Orde Baru. Kita kehilangan kekayaan lokal karena kebijakan yang mengutamakan kepentingan segelintir orang,” tegasnya, mengingatkan bahaya ketergantungan impor yang mengikis identitas pangan nasional.

Senada, Ketua DPP PDIP Bidang Pariwisata Yanti Sukamdani menyatakan festival ini adalah bentuk perlawanan budaya. “Lidah dan perut rakyat Indonesia tidak boleh dijajah oleh makanan impor. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai hasil bumi, laut, dan karya anak bangsanya sendiri.” Ia menyebut empat pilar festival: melestarikan menu Nusantara, mendukung UMKM kuliner, menghidupkan resep dari *Mustika Rasa*, dan memperkuat kedaulatan pangan.

Festival yang dihadiri sejumlah pengurus DPP PDIP seperti Sri Rahayu, Ribka Tjiptaning, Mercy Barends, dan Yulius Setiarto itu juga menekankan peran UMKM sebagai tulang punggung ketahanan pangan. “Dari perut yang sehat lahir tubuh yang kuat. Makanan yang mengenyangkan saja tidak cukup—ia harus menyehatkan dan membahagiakan,” kata Yanti.

Dengan menghidupkan kembali gagasan Bung Karno, PDIP berupaya mengubah narasi pangan dari sekadar program bantuan menjadi gerakan kebangkitan identitas dan kemandirian. Buku *Mustika Rasa* bukan lagi sekadar koleksi antik, tapi panduan strategis untuk masa depan.

Previous articleMahasiswa Dicegat, Pemerintah Sebut Ini Penataan Lalu Lintas
Next articleSinergi TNI dan Masyarakat Berbuah Manis, Delapan Anggota TPNPB-OPM Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.