Sumbawanews.com,- Brasil tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Norwegia di babak 16 besar, Senin (6/7/2026), di New York New Jersey Stadium. Kekalahan ini mengakhiri tren 36 tahun Brasil selalu melangkah hingga delapan besar, sejak terakhir kali gagal tembus perempatfinal pada 1990. Dua gol cepat Erling Haaland di menit ke-79 dan 80 membalikkan keunggulan sementara Brasil, sementara Neymar hanya mampu memperkecil kedudukan lewat penalti di menit akhir. Tim Samba, yang sebelumnya unggul di grup I dengan dua menang dan satu seri, kini gagal melanjutkan perjalanan di turnamen yang menjadi andalan kebanggaan sepak bola dunia.
Ini adalah kegagalan paling memalukan bagi Brasil dalam sejarah Piala Dunia modern. Sejak 1994, mereka selalu mencapai semifinal atau lebih jauh—juara pada 1994 dan 2002, runner-up pada 1998, serta peringkat empat pada 2014. Bahkan di edisi 2006, 2010, 2018, dan 2022, mereka tetap bertahan hingga perempatfinal. Kini, dengan hanya satu gol dan performa tak konsisten, tim yang pernah menjadi simbol kejayaan sepak bola global harus mengakui keunggulan tim yang tak diunggulkan.
Pelatih Carlo Ancelotti mengakui kekurangan mendalam dalam generasi pemain saat ini. Ia menekankan perlunya lebih banyak bakat muda yang bermain di level tertinggi, baik di dalam maupun luar negeri. “Kita butuh pemain-pemain muda yang benar-benar siap di level tertinggi,” ujarnya, menggarisbawahi kekhawatiran akan krisis regenerasi yang kian nyata. Dengan Neymar yang menangis usai laga dan kemungkinan pensiun dari timnas, Brasil menghadapi masa transisi paling krusial dalam tiga dekade terakhir.
Norwegia, yang sebelumnya tak pernah mencapai perempatfinal Piala Dunia, kini melangkah ke babak berikutnya berkat brace Haaland—sekaligus menjadi sorotan utama turnamen. Sementara itu, Brasil harus kembali ke kandang dengan catatan terburuk dalam sejarah turnamen sejak era 1990-an, menandai akhir sebuah era kejayaan yang pernah tak tergoyahkan.















