Sumbawanews.com,- Polisi mengungkap bahwa ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, yang menewaskan sembilan orang, terjadi akibat aktivitas pemotongan benda tersebut menggunakan gergaji besi oleh lima warga. Berdasarkan analisis forensik, gesekan antara mata gergaji dan badan mortir menghasilkan panas yang cukup untuk mengaktifkan pemicu ledakan, yang kemudian memicu detonasi muatan Trinitrotoluene (TNT) di dalamnya. TNT, yang termasuk bahan peledak tinggi, tidak meledak hanya karena dibakar, tetapi memerlukan pemicu mekanis seperti panas ekstrem dari proses pemotongan. Tim laboratorium forensik Polda Papua memastikan titik ledakan berada di kolong rumah warga, dengan kawah berdiameter 3,6 meter dan kedalaman 80 sentimeter. Sebanyak 111 barang bukti, termasuk gergaji, gerinda, serpihan logam, dan pakaian korban, telah diamankan dalam penyelidikan.















