Home Berita Internasional Bom Meledak Dekat Markas IDF di Lebanon, Trump Tegaskan Tuntutan Gencatan Senjata

Bom Meledak Dekat Markas IDF di Lebanon, Trump Tegaskan Tuntutan Gencatan Senjata

Sumbawanews.com,- Jakarta – Sebuah bom meledak di dekat markas besar Angkatan Pertahanan Israel (IDF) di perbatasan Lebanon, Jumat (11/8/2023), memicu kekhawatiran akan meledaknya konflik regional yang sudah memanas. Ledakan itu terjadi di kawasan perbatasan selatan Lebanon, dekat kota Marjayoun, tempat pasukan IDF menjalankan operasi pemantauan intensif terhadap aktivitas Hezbollah.

Saksi mata melaporkan ledakan kuat yang diikuti asap tebal dan getaran tanah, mengakibatkan kerusakan ringan pada bangunan militer dan melukai dua tentara Israel. Tidak ada korban jiwa, namun satu prajurit mengalami luka serius akibat pecahan peluru dan puing. Pihak IDF segera menutup akses ke lokasi dan meningkatkan status siaga tempur.

Kelompok Hezbollah, yang secara terbuka menyatakan tanggung jawab atas serangan itu, mengklaim bahwa ledakan itu adalah bagian dari “balasan strategis” atas serangan udara Israel yang menewaskan lima warga sipil di wilayah Qana, Lebanon, dua hari sebelumnya. Menurut pernyataan resmi Hezbollah, serangan itu ditujukan untuk “menghentikan agresi sistematis” Israel terhadap kedaulatan Lebanon.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang tengah memantau perkembangan di Timur Tengah dari Gedung Putih, langsung merespons dengan pernyataan tegas. Dalam unggahan di platform X (sebelumnya Twitter), Trump menegaskan bahwa “gencatan senjata harus segera ditegakkan—tidak ada ruang untuk eskalasi lebih jauh.” Ia menekankan bahwa AS siap mengirim utusan khusus ke wilayah tersebut jika diperlukan, dan menyerukan agar semua pihak “menghindari jebakan perang yang bisa menghancurkan seluruh kawasan.”

Kementerian Luar Negeri Lebanon mempertegas bahwa serangan itu adalah “pelanggaran berulang terhadap resolusi PBB 1701” dan menuntut Dewan Keamanan PBB segera bertindak. Sementara itu, Komandan Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) mengutuk keras serangan tersebut dan meminta semua pihak untuk menahan diri.

Ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel telah meningkat sejak awal Agustus, dengan serangan balas-membalas yang semakin sering. PBB memperingatkan bahwa situasi kini berada di ambang “ledakan besar,” dengan lebih dari 1.200 serangan udara dan tembakan artileri tercatat sejak 7 Agustus.

Pemerintah Israel menegaskan bahwa mereka tidak berniat memperluas perang, tetapi akan “melindungi warga sipil dan kedaulatan nasional dengan segala cara yang diperlukan.” Sementara itu, para analis militer memperingatkan bahwa jika Hezbollah terus menyerang posisi IDF, kemungkinan serangan darat Israel akan meningkat—yang bisa memicu konflik berskala penuh.

Dengan Trump yang kembali menjadi tokoh sentral dalam kebijakan luar negeri AS, dunia menanti apakah retorika kerasnya akan diikuti tindakan diplomatik yang konkret, atau justru memperdalam krisis di kawasan yang sudah rapuh.

Previous articleAS Cabut Blokade di Selat Hormuz, Iran Resmi Bebas
Next articleBudi Setyawan Wijaya Resmi Pimpin PELNI
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.