Home Berita BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca dan Banjir ROB Tiga Hari Kedepan, Ada...

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca dan Banjir ROB Tiga Hari Kedepan, Ada Kabupaten Sumbawa

Praya, sumbawanews.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid, Selasa (16/09) mengumumkan, berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer adanya potensi yang menyebabkan hujan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang disebagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Fenomena tersebut antara lain Aktifnya gelombang atmosfer (Low Frequency) di wilayah NTB, Analisis kelembapan udara cenderung basah dari lapisan 850 mb hingga 700 mb dengan nilai 70 – 90%, Terdapat Konvergensi (Perlambatan Kecepatan Angin) di wilayah NTB dan Labilitas atmosfer kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal diamati di NTB.

Diungkapkan, Prospek cuaca 16 – 18 September 2025 wilayah dengan potensi sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang kencang. Pada 16 September 2025 antara lain Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

Pada 17 September 2025 antara lain Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

Kemudian 18 September 2025 antara lain Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima.

Sehingga BMKG menghimbau Masyarakat yang tinggal dan beraktifitas di wilayah rawan bencana dihimbau agar terus waspada dan siaga, terutama saat terjadi hujan lebat, untuk mengantisipasi dampak yang dapat terjadi, seperti banjir, banjir bandang, banjir rob, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, sambaran petir, dan pohon tumbang.

Disebutkan, peringatan dini ROB Berlaku dari Tanggal 16 September 2025 Pukul 08.00 WITA – 21 September 2025 Pukul 20.00 WITA.

Wilayah berpotensi terdampak yakni Sumbawa pada Sumbawa dan Labuhan Badas. Bima pada Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu’u, dan Asakota.

“Dengan adanya fenomena tersebut, masyarakat di sekitar pesisir Lombok dan pesisir Bima, bantaran sungai dan daerah yang lebih rendah dihimbau tetap waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari Pasang Air Laut Maksimum,” Satria Topan Primadi, S.Si., Kepala Stasiun Meteorologi ZAM. (Using)

 

Previous articleJelang HUT TNI Ke-80, Koramil 1715-02/Kiwirok Kodim 1715/Yahukimo Bersama Masyarakat 12 Desa di Distrik Kiwirok Melaksanakan Penanaman Pohon Kopi
Next articleTNI Membantu Pemerintah Daerah, Dalam Pemantauan Harga Bahan Pokok di Wilayah Kabupaten Puncak Jaya
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.