Sumbawanews.com,- Jorge Messi, ayah dari legenda sepak bola Lionel Messi, meninggal dunia pada Jumat, 7 Agustus 2028, pukul 22.00 waktu setempat di Rosario, Argentina, pada usia 68 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh sejumlah media di Argentina dan Spanyol. Jorge telah lama berjuang melawan penyakit, dan kondisinya sempat menjadi perhatian publik selama momen-momen penting dalam karier putranya.
Jorge dikenal sebagai sosok kunci yang membuka jalan bagi Lionel Messi menuju puncak dunia sepak bola. Pada awal 2000-an, ketika klub-klub Argentina seperti Newell’s Old Boys dan River Plate menolak membiayai perawatan medis untuk gangguan pertumbuhan Lionel, Jorge mengambil keputusan berani: membawa putranya ke Eropa. Kesepakatan bersejarah itu terjadi pada 14 Desember 2000, di Pompeia Tennis Club, saat ia menandatangani kontrak dengan Carles Rexach, direktur olahraga Barcelona, di atas selembar serbet. Dari sinilah Lionel Messi memulai perjalanan di La Masia, hingga menjadi salah satu pemain terhebat sepanjang masa.
Pada Piala Dunia 2026, ketika Argentina mencapai final sebelum kalah 0-1 dari Spanyol, emosi Lionel Messi terlihat jelas saat ia menitikkan air mata. Dalam wawancara dengan mantan pemain Timnas Argentina Juan Pablo Sorin, ia mengatakan, “Ya, ya… Sejujurnya, lebih dari apa pun karena keluarga. Karena, ya, mereka selalu ada, selalu ada. Sekarang kami berada dalam momen sulit. Begitu banyak hal yang datang bersamaan, tetapi tentu juga karena mereka, kelompok luar biasa yang mendukung saya, membuat saya bahagia.” Beberapa hari setelah pernyataan itu, keluarga Messi mengonfirmasi bahwa Jorge sedang dalam pemulihan dan menunjukkan perkembangan yang baik.
Jorge meninggalkan istri tercinta, Cecilia, serta empat anak—Lionel, Rodrigo, Matías, dan María Sol—dan sejumlah cucu. Kehilangannya bukan hanya duka bagi keluarga, tapi juga bagi dunia sepak bola yang mengenangnya sebagai arsitek diam-diam di balik keagungan seorang legenda.















