Sumbawanews.com,- Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC) melarang masuknya perangkat robotik dan power inverter buatan luar negeri, termasuk robot vacuum dan baterai portabel, yang memenuhi kriteria teknis tertentu. Kebijakan ini berlaku mulai 30 Juli 2026 dan berdampak langsung pada produk-produk elektronik rumah tangga yang dilengkapi konektivitas nirkabel, mampu memetakan lingkungan, bergerak di permukaan tanah, serta memiliki berat lebih dari dua kilogram. Produk-produk tersebut, seperti merek Roborock dan Dreame dari Tiongkok, kini dilarang untuk dirilis di pasar AS, meski model yang sudah beredar tetap diperbolehkan dijual.
FCC mendefinisikan perangkat robotik tingkat lanjut berdasarkan kemampuan otonomnya dalam memindai ruangan dan menghubungkan data ke jaringan nirkabel, yang dianggap membuka celah risiko keamanan siber. Namun, larangan ini tidak berlaku surut—perangkat yang sudah ada di rumah konsumen tidak ditarik dari pasaran, sehingga efektivitas kebijakan dalam menangkal ancaman keamanan nasional dipertanyakan. Regulasi ini juga membebani produsen global seperti Anker, yang memproduksi baterai portabel dengan colokan AC dan aplikasi pendamping, karena harus mengajukan pembebasan khusus untuk setiap model baru.
Meski tujuan resminya adalah melindungi data pribadi pengguna, kritik muncul karena larangan ini lebih menekankan pada aspek geopolitik daripada solusi teknis yang komprehensif. Industri elektronik rumah tangga global pun dihadapkan pada ketidakpastian regulasi, sementara konsumen AS berpotensi kehilangan akses terhadap inovasi teknologi yang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.















