Sumbawanews.com,- Kenny Tete, bek kanan Fulham yang memiliki garis keturunan Indonesia dari ibunya, diketahui secara diam-diam mengikuti perkembangan Timnas Indonesia, terutama selama perjuangan skuad Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pemain berusia 30 tahun itu mengaku sempat memperhatikan perjalanan tim nasional dan menyatakan kekecewaan atas kegagalan Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026, sekaligus berharap tim bisa mencapai mimpi itu di edisi 2030. Kunjungannya ke Jakarta bersama sang ibu, Natascha Simon, memperkuat hubungan emosionalnya dengan tanah leluhur, meski belum ada tanda resmi tentang niatnya membela Indonesia di level internasional.
Lahir di Amsterdam pada 9 Oktober 1995, Tete adalah putra dari ayah berdarah Mozambik dan ibu keturunan Nias-Jakarta. Karier sepak bolanya sepenuhnya berkembang di Belanda, dimulai dari akademi DWS Amsterdam, lalu melalui AVV Zeeburgia dan Ajax, sebelum bergabung dengan Olympique Lyon pada 2017 dan pindah ke Fulham pada 2020. Selama enam musim bersama Fulham, ia telah tampil 144 kali, mencetak lima gol dan 10 assist, serta membantu klub promosi ke Premier League pada 2022.
Meski memiliki darah Indonesia, Tete telah memperkuat tim nasional senior Belanda dalam sejumlah laga resmi, sehingga perpindahan federasi di bawah regulasi FIFA dianggap hampir mustahil. Meski demikian, pernyataannya tentang kepedulian terhadap perkembangan sepak bola Indonesia menimbulkan spekulasi di kalangan suporter, terutama menyusul tren naturalisasi pemain berdarah Indonesia di tim-tim Asia Tenggara.
Tete belum pernah menyatakan secara eksplisit niat untuk memakai jersey Timnas Indonesia, namun kehadirannya di Jakarta dan komentarnya yang penuh harapan terhadap masa depan sepak bola Tanah Air menjadi sinyal kuat bahwa hubungan batinnya dengan Indonesia masih hidup.















