Sumbawanews.com,- Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin, memecah rekor 20 tahun tanpa medali emas untuk sektor ganda putra di Asian Games setelah menaklukkan unggulan ketiga asal Tiongkok, Liang Wei Keng/Wang Chang, dengan skor 19-21, 21-13, 21-18 pada final badminton, Selasa (29/9). Kemenangan ini membawa medali emas ketiga bagi Indonesia di Asian Games 2026 dan sekaligus menjadi emas kedua dari cabang bulutangkis setelah tim beregu putra merebut gelar juara lebih dulu. Leo/Daniel yang tidak diunggulkan menjadi pasangan pertama dari Indonesia yang meraih emas ganda putra di ajang multievent Asia sejak Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dari Malaysia mengalahkan Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto pada Asian Games 2006.
Dalam laga final yang penuh ketegangan, Leo/Daniel sempat tertinggal di gim pertama setelah kehilangan kendali di poin-poin krusial. Namun, mereka bangkit dengan permainan lebih tenang dan terstruktur di gim kedua, memaksa lawan ke posisi bertahan. Kemenangan 21-13 di gim kedua menjadi titik balik, lalu mereka menutup laga dengan kemenangan 21-18 di gim penentuan, mengakhiri perlawanan Liang/Wang yang sebelumnya mengalahkan pasangan Indonesia lain, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di semifinal.
Sebelum mencapai final, Leo/Daniel telah mengejutkan dunia bulutangkis Asia dengan mengalahkan unggulan pertama, pasangan Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae, di semifinal. Performa konsisten mereka sepanjang turnamen—tanpa kekalahan—menunjukkan kedewasaan dan ketahanan mental yang luar biasa di tengah tekanan sebagai wakil tuan rumah.
Keberhasilan Leo/Daniel tidak hanya mengakhiri paceklik emas ganda putra Indonesia di Asian Games, tetapi juga memperkuat posisi bulutangkis sebagai andalan medali bagi Indonesia. Dengan dua emas dari sektor beregu dan ganda putra, tim bulutangkis Indonesia membuktikan kembali dominasinya di kancah Asia, sekaligus menjadi harapan baru bagi generasi mendatang.















