Sumbawanews.com,- London – Arsenal mulai menggencarkan upaya memperkuat lini tengah menjelang bursa transfer musim panas ini, dengan nama Bruno Guimaraes menjadi target utama. Klub asal London Utara itu dikabarkan telah menjalin komunikasi langsung dengan agen pemain asal Brasil tersebut, yang kini tengah berada di Inggris untuk pembicaraan teknis.
Guimaraes, 28 tahun, yang telah membela Newcastle United sejak 2021, menjadi salah satu tulang punggung The Magpies di tengah lapangan. Dengan 195 penampilan dan 31 gol dalam tiga musim, ia dikenal sebagai gelandang serba bisa—mampu mengatur tempo, menggagas serangan, sekaligus menjaga ketat pertahanan. Musim lalu, ia tampil 41 kali dan mencetak sembilan gol, menjadi salah satu pemain paling konsisten di Premier League.
Meski menjadi incaran Arsenal, Guimaraes diketahui belum berniat segera meninggalkan St. James’ Park. Kontraknya masih berlaku hingga 2028, dan ia tetap menjadi pilar utama tim dalam persiapan Piala Dunia 2026 bersama tim nasional Brasil. Sumber mengatakan, Arsenal tidak terburu-buru, tetapi memantau perkembangan dengan cermat, sambil menyiapkan opsi alternatif seperti Morgan Rogers dari Aston Villa.
Kabar ini muncul setelah Arsenal sukses mempermanenkan Piero Hincapie dari Bayer Leverkusen, yang sebelumnya dipinjam musim lalu. Dengan kontrak hingga 2031, Hincapie menjadi bagian dari rencana jangka panjang Mikel Arteta untuk membangun tim yang lebih seimbang dan berdaya tahan tinggi.
Jika transfer ini terwujud, Guimaraes akan menjadi salah satu rekrutan paling strategis Arsenal dalam beberapa tahun terakhir—menggantikan peran gelandang bertahan yang sempat ditinggalkan setelah kepergian Thomas Partey dalam kondisi tidak optimal. Kehadirannya diharapkan bisa menyeimbangkan antara kreativitas dan disiplin taktis, sekaligus memberi kekuatan ekstra di lini tengah saat menghadapi tim-tim besar.
Arsenal belum memberikan komentar resmi, namun sumber dekat klub menyebut bahwa negosiasi berjalan dalam tahap awal, dengan kemungkinan penawaran resmi akan diajukan dalam beberapa minggu mendatang. Untuk Newcastle, kehilangan Guimaraes akan menjadi pukulan besar—terutama jika tim tidak berhasil lolos ke kompetisi Eropa musim depan.















