Sumbawanews.com,- Di tengah gemuruh suporter yang memadati stadion di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, Timnas Argentina melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup J—tanpa kehilangan satu poin pun. Namun, perjalanan mereka yang tampak mulus justru memicu spekulasi luas: apakah jalur yang mereka tempuh terlalu mudah, hingga memunculkan dugaan campur tangan FIFA?
La Albiceleste, yang dipimpin Lionel Messi dan dilatih Lionel Scaloni, akan menghadapi Cape Verde di babak 16 besar. Tim Afrika yang finis runner-up Grup H itu gagal menang dalam ketiga laga fase grup, mencatatkan rekor buruk: tiga kekalahan, tanpa gol dan tanpa poin. Lawan berikutnya di perempatfinal diprediksi berasal dari empat tim yang tak pernah menjuarai Piala Dunia—Kolombia, Ghana, Swiss, atau Aljazair. Bahkan hingga semifinal, Argentina baru akan bertemu lawan berat: salah satu dari Brasil, Inggris, atau tuan rumah Meksiko.
Spekulasi pun meledak di media sosial. Akun @arielipillo menulis, “Seseorang harus melakukan investigasi. Sejak 2014, Argentina selalu mendapatkan jalur mudah untuk lolos ke final.” Sementara akun @SANGREXENEIZE menyimpulkan, “Apa pun yang terjadi, ini merupakan Piala Dunia termudah dalam sejarah Argentina.”
Tidak ada bukti resmi yang menunjukkan FIFA memanipulasi undian. Namun, pola yang sama terulang: di Piala Dunia 2014, Argentina menghindari Jerman hingga final; di 2022, mereka melewati Belanda dan Kroasia tanpa bertemu Brasil atau Prancis hingga babak final. Kini, di 2026, mereka kembali menghindari tim-tim kuat hingga semifinal.
FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait kelancaran jadwal Argentina. Tapi di tengah tuntutan transparansi dan keadilan kompetisi, banyak pengamat menilai bahwa keberuntungan Argentina—atau mungkin struktur undian yang tidak seimbang—telah menjadi bahan perdebatan global.
Sementara itu, Messi dan rekan-rekannya tetap fokus. “Kami tidak memilih lawan. Kami hanya bermain,” ujar Scaloni usai laga terakhir fase grup. Tapi di balik kata-kata itu, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah ini keberuntungan, atau ada yang lebih dari sekadar undian?















