Sumbawanews.com,- Di posko pengungsian GOR Samador, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, anak-anak korban gempa bumi menerima layanan trauma healing dan akses ke perpustakaan keliling sebagai bagian dari upaya pemulihan psikososial. Kegiatan ini digelar sebagai respons kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat, menyadari bahwa kebutuhan para pengungsi tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikologis.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa kehadiran perpustakaan keliling dan sesi trauma healing menunjukkan komitmen penanganan bencana yang holistik. Para pendamping mengajak anak-anak berinteraksi dan bermain secara rutin, agar mereka tetap bisa menjalani aktivitas sesuai usia dan kebutuhan perkembangan mereka.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 18 Agustus 2026, di tengah upaya pemulihan pasca-gempa berkekuatan M7,7 yang telah menewaskan 70 orang dan melukai 132 lainnya.















