Sumbawanews.com,- An Se Young, juara Denmark Open dan French Open 2026, masih belum mencapai poin maksimal dalam peringkat BWF meski telah mengumpulkan 122.287 poin dari 10 turnamen terbaiknya dalam 52 pekan terakhir. Meski mendominasi tunggal putri dengan dua gelar Super 750 berturut-turut, poin tersebut belum mencerminkan potensi maksimalnya karena dua kemenangan terbaru belum masuk dalam perhitungan 10 turnamen terbaik. Poinnya masih bisa naik hingga 123.287 jika ia memenangkan All England 2027, menggantikan salah satu gelar Super 750 bernilai 11.000 poin dengan kemenangan bernilai 12.000 poin.
Kemenangan An Se Young di Kejuaraan Asia, Kejuaraan Dunia, Asian Games 2026, dan BWF World Tour Finals 2025 telah memperkuat konsistensi poinnya, terutama karena Asian Games — yang digelar setiap empat tahun — memberikan 12.000 poin setara Super 1000. Namun, ia kehilangan satu kesempatan emas saat finis runner-up di All England 2026, sehingga satu slot poin maksimal Super 1000 belum terisi. Untuk mencapai puncak, ia harus mempertahankan gelar di Malaysia Open 2027 dan BWF World Tour Finals 2026, sekaligus menang di All England 2027.
Jika semua skenario terwujud, total poinnya akan mencapai 123.287 — tertinggi dalam karirnya, tetapi belum cukup untuk memecahkan rekor dunia. Rekor tertinggi saat ini masih dipegang ganda putra Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dengan 123.905 poin, yang diraih pada 14 April 2026. Selisih 618 poin berasal dari perbedaan poin beregu: Kim/Seo mengantongi 14.405 poin dari Piala Sudirman 2025, sementara An Se Young hanya mendapat 12.787 poin dari Piala Uber 2026. Dengan demikian, meski dominasi individunya tak terbantahkan, perbedaan poin beregu menjadi penghalang utama menuju puncak sejarah ranking BWF.















