Sumbawanews.com,- Rencana Amazon untuk merevitalisasi serial fiksi ilmiah ikonik Stargate resmi dibatalkan, sebagaimana dilaporkan Variety. Proyek yang diumumkan pada November 2025 itu sempat menimbulkan antusiasme di kalangan penggemar lama, dengan Martin Gero—produser yang pernah menangani Stargate: Atlantis di awal 2000-an—ditunjuk sebagai pengarah kreatif utama. Namun, pihak Amazon dikabarkan meragukan daya tarik luas serial ini, khawatir bahwa ceritanya hanya akan menyentuh segmen penggemar setia, tanpa mampu menarik penonton umum.
“Sayangnya, ini benar. Amazon memutuskan tidak melanjutkan serial Stargate baru,” tulis produser eksekutif Joseph Mallozzi di platform X. “Sejak hari ini, visi asli itu resmi berakhir. Kita tak akan pernah punya kesempatan memperkenalkan dunia dan karakter-karakter baru ini—atau bahkan sekadar menyapa kembali wajah-wajah lama yang dicintai.”
Amazon sejak 2022 telah menguasai hak kekayaan intelektual Stargate melalui akuisisinya terhadap MGM. Dengan harapan memperkuat lini konten fiksi ilmiahnya—yang sejak berakhirnya The Expanse pada 2022 belum memiliki hit besar di genre ini—perusahaan itu berencana membangun dunia baru di dalam fransais yang telah berusia lebih dari tiga dekade ini. Namun, meski konsepnya dikembangkan selama dua tahun dan dirancang agar tetap menghormati kanon asli sekaligus menjadi titik masuk yang ramah bagi penonton baru, keputusan akhir tetap jatuh pada penolakan.
Fransais Stargate sendiri berawal dari film tahun 1994 yang dibintangi James Spader dan Kurt Russell, lalu berkembang menjadi serial Stargate SG-1 yang ikonik dengan Richard Dean Anderson sebagai bintang utama. Sejak itu, rangkaian ini melahirkan empat serial televisi tambahan dan dua film langsung ke video, semuanya berpusat pada perangkat misterius bernama Stargate—portal antar galaksi yang diciptakan oleh peradaban kuno.
Meski tidak ada rincian plot resmi yang pernah dirilis, Mallozzi menegaskan bahwa Gero berhasil merancang narasi yang seimbang: menghormati akar sejarah, sekaligus membuka pintu bagi generasi baru. Kini, mimpi itu terhenti—meninggalkan ribuan penggemar yang menanti, dan Amazon yang kembali harus mencari proyek sci-fi berpotensi besar di tengah persaingan ketat di dunia streaming.

















