Home Berita Olah Raga Aaron Ramsey Jadi Pelatih Oxford United, Siap Bangkitkan Klub dari Degradasi

Aaron Ramsey Jadi Pelatih Oxford United, Siap Bangkitkan Klub dari Degradasi

Sumbawanews.com,- Oxford, Inggris – Oxford United resmi mengangkat Aaron Ramsey sebagai pelatih baru, menyerahkan misi berat: mengembalikan klub yang baru terdegradasi ke Liga Championship. Pemain legenda Arsenal dan Juventus itu, yang baru saja gantung sepatu setelah karier panjang di lapangan, mengaku siap membangun budaya baru berbasis disiplin, profesionalisme, dan ambisi tinggi.

Ramsey, 35 tahun, mengambil alih kendali tim setelah The Ox finis di posisi ke-22 pada musim 2025-2026 di EFL League One, sehingga terdegradasi ke kasta ketiga sepak bola Inggris—League Two—bersama Leicester City dan Sheffield Wednesday. Ini adalah kemunduran pertama bagi klub berjuluk “The Ox” dalam lima tahun terakhir, sekaligus tantangan terbesar dalam karier kepelatihan pertamanya.

Meski belum memiliki pengalaman panjang di bangku pelatih—hanya pernah menjadi caretaker manager sementara di Cardiff City—Ramsey menjamin bahwa pengalamannya sebagai pemain di bawah pelatih-pelatih top seperti Arsène Wenger, Massimiliano Allegri, dan Mikel Arteta menjadi modal utama. “Saya telah hidup dalam tekanan tinggi selama dua dekade. Saya tahu bagaimana menciptakan kultur menang, bagaimana membangun kepercayaan, dan bagaimana membangkitkan semangat tim saat semua orang meragukan kita,” ujarnya dalam konferensi pers resmi, Jumat (26/6/2026).

Ia menekankan bahwa misinya bukan sekadar kembali ke Liga Championship, tapi membangun fondasi jangka panjang. “Ini bukan soal cepat naik. Ini soal menjadi tim yang bisa bertahan, bersaing, dan bangkit dengan harga diri. Saya ingin para pemain merasa bangga memakai jersey ini, bukan hanya karena sejarahnya, tapi karena cara mereka bermain.”

Salah satu fokus utama Ramsey adalah membangun sinergi dengan striker andalan klub, Ole Romeny, yang baru saja mencetak gol penentu kemenangan timnas Indonesia atas Mozambik di laga persahabatan, dan menjadi simbol harapan baru bagi Oxford United. Meski Romeny bukan pemain internasional Inggris, performanya di liga domestik—12 gol dalam 34 pertandingan musim lalu—menjadikannya tulang punggung serangan yang tak bisa diabaikan.

“Ole adalah tipe pemain yang bisa mengubah segalanya dalam satu momen. Saya ingin menciptakan sistem yang memaksimalkan kecepatan, kecerdasan, dan keberanian seperti miliknya,” kata Ramsey.

Dukungan manajemen pun jelas. Presiden klub, David Duff, menyatakan bahwa pemilihan Ramsey bukanlah keputusan impulsif, melainkan hasil evaluasi mendalam terhadap visi, kepemimpinan, dan pemahaman mendalam tentang permainan. “Kami tidak mencari nama besar. Kami mencari sosok yang bisa menyatukan tim, membangkitkan semangat fanatik, dan membawa Oxford kembali ke jalur yang benar. Ramsey adalah pilihan yang tepat.”

Ramsey sendiri menegaskan bahwa ia tidak akan mengandalkan nama besar atau transfer mahal. “Kami akan membangun dari dalam. Disiplin, kerja keras, dan kebersamaan—itu fondasi kami. Jika pemain-pemain ini percaya pada sistem ini, saya yakin mereka bisa mencapai lebih dari yang orang-orang bayangkan.”

Dengan musim baru 2026-2027 segera dimulai, Oxford United kini berada di persimpangan sejarah. Di satu sisi, mereka adalah tim yang baru saja jatuh. Di sisi lain, mereka memiliki pelatih yang pernah menjadi bintang, dan kini siap menjadi arsitek kebangkitan. Bagi Ramsey, ini bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah misi.

Previous articleSpanyol dan Uruguay Bertarung Hidup-Mati di Piala Dunia 2026
Next articleCole Palmer Tak Sedih Dicoret dari Piala Dunia 2026