Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Badan Perencanaan Pembangunan, Inovasi dan Riset Daerah (Bapperida) telah membangun system perencanaan yang terintegrasi dari RPJM hingga dengan kinerja aparatur. System yang disebut RCI tersebut akan bekerja berbasis Artificial Inteligence (AI).
Baca Juga: Bapperida Gelar Rapat Aksi Konvergensi Stunting
“Kita ingin, supaya dokumen prencanan yang disusun saat ini RPJM maupun RKPD, kemudian ditingkat prengkat daerah baik renstra maupun renja itu, juga dijabarkan dalam kinerja pegawai. Supaya nyambung apa yang direncanakan ditingkat daerah, di organisasi juga menjadi kinerja di tingkat ASN. Ini yang sedang kita garap sekarang ini,” kata Dedy Heriwibowo, Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Senin (07/09).
Menurutnya, selama ini terdapat kendala teknis karena kompleksnya dokumen perencanaan sehingga berpeluang terjadi kesalahan. “Saya menggunakan AI untuk memmbantu menysusun. Sehingga dengan AI kita bisa bantu konsistensinya,” ucapnya.
Disebutkan, 4 Agustus lalu telah lounching dan saat ini masuk tahap implementasi di Bapperida sebagai pilot project. “Kami sudah melakukan beberapa workshop supaya teman-teman bisa menjabarkan program kerja yang ada ditingkat perenagkat daerah menjadi Rencana Hasil Kerja di tingkat pegawai. Audit kinerja yang sudah dilaksanakan oleh BPK maupun BPKP, itu nanti akan turun ke tingkt individu,” katanya.
Ditambahkan, program yang telah mulai disosialisasikan tersebut, rencananya akan mulai diterapkan 2027 mendatang oleh BKPSDM Kabupaten Sumbawa terhadap seluruh perangkat kerja. Sehingga nantinya, seluruh ASN akan memiliki agenda yang jelas. Baik harian, mingguan maupun bulanan.
“Dan recanan kerja mereka akan dilaporkan dalam E-kinerja mereka dan itu terintegrasi dengan dokumen perencanaan baik ditingkat perangkat daerah maupun ditingkat kabupaten. Ini semua holistic, satu kesatuan. Selama ini belum terpantau sampai sejauh itu, kita ini sekarang sampai tingkat organisasi saja,” ujar dia.
Dijelaskan, seiring dengan kebijakan pemerintah sekarang ini yang semakin menekankan kinerja individu, maka system tersebut disiapkan agar bisa digunakan tanpa kesulitan. “Ini berkaitan dengan punish and reward, karena berkaitan dengan tunjangan kinerja. Jadi tunjangan kinerja itu nanti ada hubungannya dengan pencapaian kinerja mereka yang sudah ditargetkan setiap bulan,” ucap Dedy.
Sedangkan saat ini pengukuran tunjangan kinerja masih berdasarkan ukuran kinerja triwulan. “Kedepan ukuran kinerja bulanannya akan tergambar pada tunjangan bulanannya,” katanya. (Using)















