Jember,Sumabawanews.com-Banjir akibat cuaca hujan deras Selasa pagi di Desa Bagorejo, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember. 150 (KK), rumah warga terendam air hujan dampak dari luapan air sungai Afur yang disebut sungai (Penggungan). Rabu, 10/12/2025
Ketinggian air masuk ke pemukiman rumah warga mencapai 60-90 Cm
sehingga warga setempat menutup total pada akses jalan utama terdampak banjir. Warga yakin semua kendaraan mobil maupun motor yang melewati area banjir dipastikan mesin kendaraan mati.
“Hariswanto (51) tahun, warga sekitar yang terdampak banjir juga berharap agar air hujan ini segera cepat surut, karena apa juga kasihan pada rumah warga yang terbuat dari bambu, dan kasihan juga yang memiliki peliharaan hewan ternak takutnya banyak yang meninggal.
“Ya mudah-mudahan sore nanti tidak terjadi hujan lagi, Kalau pas hujan lagi, terus kapan surutnya air ini, Justru bertambah tinggi airnya masuk ke rumah warga. Dan sejak terjadi banjir akses jalan lumpuh total karena jalan tidak bisa dilewati
kendaraan yakni mobil dan motor.”ujar Haris.
Atok Urohman Kades Bagorejo menjelaskan, bahwa banjir saat ini terjadi sejak kemarin pagi biasa landai, dan malamnya lumayan pesat. Untuk ketinggian air sekitar lutut orang dewasa dan sampai di atas pusar. Dan di daerah selatan kondisinya bervariasi.
Penyebab banjir ini, diduga salah satunya adanya pendangkalan sungai besar (Pegunungan), Sungai afur Desa Bagorejo yang meliputi 7 Desa, diantaranya Desa Karangrejo, Menampu, Purwoasri, Tembokrejo, Mlokorejo, Wringintelu jugan dan termasuk Desa Tanjungsari Kecamatan Umbulsari.
Dan ketika sungai di Tanjungsari meluap maka didaerah ini juga terkena dampaknya, karena air tidak bisa langsung ke pantai selatan. Sementara pihaknya hanya bisa memberikan bantuan seadanya dan juga dibantu oleh BPBD Jember.
Pihaknya, hanya bisa memberikan makanan semampunya, Rumah yang terdampak saat ini sekitar 150 (KK), rumahnya tergenang air. Dan di daerah tersebut sering terjadi banjir dan biasanya sekitar 2 – 3 hari baru surut.
“Harapan kami kepada warga, agar bersabar dan kami hanya bisa mengusulkan karena kami bukan penentu. Ya kita nikmati saja dan mudah-mudahan air ini cepat surut gitu aja.’Tambah Urohman
(Indra)

















