Sumbawa Besar, sumbawwnews.com – Hari ini (Kamis 08/09), DPRD Sumbawa Didatangi oleh dua gelombang aksi mahasiswa yang mendapat pengawal dan pengamanan ketat dari TNI-Polri. Yakni dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumbawa, kemudian gabungan aliansi mahasiswa.
Dari pantauan, gelombang pertama oleh puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang sumbawa mendatangi DPRD Sumbawa sekitar pukul 09.00 Wita. Mereka menyatakan menolak kenaikan harga BBM bersubsidi.
Selain itu, mendesak pemerintah untuk secara serius dan sungguh-sungguh memberantas mafia BBM. Mendesak pemerintah untuk seger menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran, dan mendorong pemerintah untuk membuka keterlibatan masyarakat dalam pelaksaan penyaluran BBM bersubsidi.

Sedangkan gelombang kedua, dari gabungan aliansi mahasiswa Sumbawa yang mendatangi DPRD Sumbawa sekitar pukul 11.00 wita. Mereka menyatakan menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, dan mendesak DPRD Sumbawa untuk menyampaikan aspirasi gabungan aliansi mahasiswa Sumbawa, ke Jakarta.
Dalam aksi, sempat terjadi saling dorong antara mahasiswa di gerbang kantor DPRD Sumbawa dengan aparat. Sebab masa aksi berusaha untuk memasuki kantor DPRD Sumbawa yang telah diblokade oleh aparat.
Kedua kelompok masa aksi, diterima oleh Nanang Nasiruddin, Wakil Ketua III DPRD Sumbawa dari Partai PKS, yang didampingi oleh anggota DPRD Sumbawa lainnya. Seperti Ketua Komisi I, Berlian Rayes, Muhammad Yamis SE, M Tayeb., dan M. Ridwan. Kemudian Dedy Heri wibowo, Kapala bagian Ekonomi Setda Sumbawa, mewakili eksekutif.
Nanang menyatakan sepakat dengan masa aksi untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Selain itu, aspirasi mahasiswa juga akan disampaikan ke pusat. (Using)

















