Home Berita Gudang Bulog Sumbawa Penuh, Moveoutnas ke NTT Belum Terangkut

Gudang Bulog Sumbawa Penuh, Moveoutnas ke NTT Belum Terangkut

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Hingga saat ini, gudang Bulog yang ada di Kabupaten Sumbawa masih dalam keadaan penuh, sehingga belum dapat melakukan penyerapan terhadap gabah petani. Sedangkan 2.050 ton ke Nusa Tenggara Timur (NTT) belum tersangkut.

“Kami ada Prinlog Moveoutnas sebesar 2.050 ton ke NTT yang belum diangkut. Semoga segera terealisasi, sehingga tersedia space untuk beras hasil giling dan beras pengadaan tahun 2022,” kata Kurnia Rahmawati, Kepala Bulog Kantor Cabang (Kancab) Sumbawa, Kamis (03/03).

Diketahui, moveoutnas tersebut merupakan pengiriman kelima yang dilakukan oleh Bulog Kancab Sumbawa. Beras akan dikirim ke Waingapu, Ende, Larantuka dan Bajawa. Sedangkan pelaksanaan menunggu pemenang tender jasa angkutan yang dilaksanakan di kantor pusat.

Diungkapkan, per 02 Maret 2022, stok yang dikelola Kantor Cabang Sumbawa, sebesar 22.351 ton setara beras. Atau cukup untuk kebutuhan 37 bulan ke depan.

Dari stok sejumlah tersebut, masih terdapat stok dalam bentuk gabah sebesar15.327 ton yang tersimpan di gudang induk BULOG maupun di gudang filial mitra kerja BULOG. “Saat ini, space di gudang Labuhan, Lopok dan Alas masih penuh,” jelasnya.

Sehingga untuk di wilayah Kabupaten Sumbawa, space masih belum tersedia. “kami menunggu pengangkutan beras moveoutnas ke NTT,” jelasnya, juga menambahkan, sedangkan untukwilayah KSB, per hari ini Bulog sudah mulai melakukan penyerapan.

Ia menegaskan, pada prinsipnya Bulog siap melakukan penyerapan gabah/beras sesuai Permendag No.24 Tahun 2020. Namun dengan tetap memperhatikan kondisi space gudang.

Untuk diketahui, ermendag Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Untuk Gabah Atau Beras, mulai berlaku pada 19 Maret 2020. Tujuan permendag ini adalah untuk mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras di tingkat petani.

Besaran Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan dalam Permendag 24 tahun 2020, yaitu untuk gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp4.200/kg dan di tingkat penggilingan sebesar Rp4.250/kg. Kemudian gabah kering giling (GKG) di tingkat penggilingan Rp5.250/kg dan di gudang Bulog sebesar Rp5.300/kg, serta beras di gudang Perum Bulog Rp8.300/kg. (Using)

Previous articleKetua DPK PKP Sumbawa Minta Pemda dan Bulog Intervensi Harga Gabah
Next articleSebanyak 80 WNI dan 3 WNA Dari Ukraina Tiba di Jakarta
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.