Home Berita Dinkes Sumbawa Ajak Seluruh Pihak Awasi Pembangunan Dua Puskesmas

Dinkes Sumbawa Ajak Seluruh Pihak Awasi Pembangunan Dua Puskesmas

Sumbawa Besar, sumbawanews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumbawa, mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan pengawasan terhadap pembangunan dua puskesmas yang tengah dilakukan saat ini. Dua Puskesmas tersebut tahun ini dibangun bersama dengan 4 unit Rumah Dinas (Rumdis) menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan.

“Mari kita awasi bersama, pembangunan kedua puskesmas. Agar selesai tepat waktu, pelayanan bisa optimal,” kata Abdul Malik, Sekretaris Dinkes Sumbawa, sekaligus PPK Pembangunan Puskesmas dan Rumdis, di ruang kerjanya Jum`at (20/08).

Dijelaskan, selama proses pembangunan, pelayanan di dua puskesmas tersebut tidak optimal. Sebab, fisik Puskesmas Alas dibongkar total, dan puskesmas Tarano di bongkar sebagian. “Bayangkan pelayanan puskesmas kita di alas itu. Di depan kantor camat. Karena puskesmasnya di bongkar total. Itu sekarang tidak standart pelayanan. Kalau di tarano, pelayanan dipindahkan ke rawat inap yang ada dibelakang,” jelasnya.

Disebutkan, selama proses pembangunan dua puskesmas tersebut, terdapat beberapa kendala. Seperti perbedaan spesifikasi bahan, di Puskesmas Alas. “Disatu sisi, kontraktor melihat ada detail gambar potogan, dan detailnya. Memang kita akui, dari persepsi itu, terpasang besi 13 (mm). Tapi begitu kita dapat informasi, PPK langsung rapat direksi. Saya rapat di lapangan, dengan meminta penjelasan kontraktor pelaksana sama konsultan pengawas, dan konsultan perencana. Akhirnya, endingnya saya minta untuk dibongkar. Besi yang terpasang 13 (mm) itu baru terpasang sekitar 27 meter, belum di cor. Diganti dengan yang 16 (mm),” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada DPRD Sumbawa yang telah meninjau langsung pembangunan Puskesmas Alas. Kemudian dilakukan perbaikan karena ditemukan ada bagian pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi.

“Tetapi semua elemen kita, ya dari DPRD, Dikes, Pemda, Kecamatan, sudah kita turun bersama. disitu ada kondisi salah persepsi, melihat gambar yang ada. Saya terima kasih, itu hanya perbedaan persepsi dengan melihat gambar. Begitu juga dengan teman-teman DPRD, saya juga terima kasih karena telah ikut melakukan pengawasan. Yang sudah melihat kondisi saat teman-teman DPRD turun, sudah diganti. Dan semua menyaksikan itu,” jelasnya.

Sedangkan di Puskesmas Tarano, terdapat masukan dari berbagai pihak terkait penggunaan bahan kemudian dilakukan uji laboratorium. “Untuk batu itu, kita sudah lakukan uji laboratorium. Begitu juga untuk beton, kita juga sudah lakukan uji laboratorium. Dan dari hasil laboratoriumnya, baik batu maupun beton dan material yang dipersoalkan, justru memenuhi syarat semua. Dan kendati demikian, batu yang dipersoalkan di puskesmas tarano itu kita sudah bongkar. Ya karena kita tidak mau berpolemik dengan kondisi itu, yang walaupun hasil laboratorium memang layak,” ujarnya.

Ia menegaskan, kritikan yang disampaikan oleh masyarakat dan pihak lainnya merupakan bagian dari pengawasan. “Tapi saya selaku PPK, tidak alergi menerima kritikan itu. Karena merupakan bagian dari pengawasan masyarakat. justru teman-teman LSM itu, membantu PPK untuk melakukan pengawasan,” tuturnya. (Using)

Previous articleLevel PPKM Sejumlah Daerah Diturunkan Mulai 24 Hingga 30 Agustus
Next articlePembangunan Dua Puskesmas Alami Deviasi Minus
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.