Sumbawanews.com,- Persib Bandung kembali mencatatkan comeback dramatis setelah menang 2-1 atas Melbourne Victory dalam lanjutan Grup E AFC Champions League Two 2026/2027, Rabu (4/11/2026), di AAMI Park, Australia. Tim asuhan Igor Tolic tertinggal 0-1 akibat gol bunuh diri Julio Cesar pada menit ke-71, tetapi bangkit lewat Luka Menalo yang menyamakan skor pada menit ke-85, sebelum Balsa Sekulic mencetak gol kemenangan di menit ke-90. Kemenangan ini menjadi keempat kalinya Persib membalikkan keadaan dari ketertinggalan sepanjang musim 2026/2027, memperkuat citra mereka sebagai tim yang tak pernah menyerah.
Sebelumnya, Maung Bandung sudah membuktikan mental juara dengan membalikkan skor melawan PSM Makassar, Persijap Jepara, dan Port FC. Setiap kemenangan itu berawal dari posisi tertinggal, lalu berakhir dengan kebangkitan yang memukau. Pola yang sama terulang di Australia: ketertinggalan, ketegangan, lalu keajaiban di menit-menit akhir. Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin, tapi bukti nyata bahwa Persib telah mengubah istilah “remontada” menjadi identitas mereka di kancah Asia.
Remontada, berasal dari bahasa Spanyol yang berarti kebangkitan, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keberhasilan tim membalikkan keadaan setelah tertinggal dalam pertandingan. Fenomena ini menjadi legenda setelah Barcelona mengalahkan PSG 6-1 pada leg kedua 16 besar Liga Champions 2017, setelah kalah 0-4 di leg pertama. Di level global, Liverpool juga mencatatkan dua remontada epik: mengejar 3-0 dari AC Milan di final Liga Champions 2005, lalu mengalahkan Barcelona 4-0 di Anfield pada semifinal 2019 setelah kalah 0-3 di Camp Nou.
Kini, Persib Bandung menyusul jejak-jejak legenda itu. Empat kali comeback dalam satu musim—dari liga domestik hingga kompetisi Asia—membuat nama mereka tak lagi sekadar dikenal sebagai tim kuat di Jawa Barat, tapi sebagai tim yang punya jiwa petarung sejati. Di tengah era sepak bola yang serba cepat dan pragmatis, Persib justru memilih jalan penuh drama: tertinggal, bertahan, lalu menyerang dengan hati. Dan setiap kali, mereka menang.















