Sumbawanews.com,- Pertandingan U-20 antara Uberlandia dan Mamore di Negara Bagian Minas Gerais, Brasil, pada Minggu, 1 November 2026, berakhir dengan kekacauan tanpa preceden: 53 kartu merah dikeluarkan, memecahkan rekor Guinness World Record untuk kartu merah terbanyak dalam satu laga. Wasit Fernando Patrick Drosghic Modesto menghentikan pertandingan setelah keributan massal meletus pada menit ke-54 babak kedua, menyusul masuknya ofisial Uberlandia ke lapangan setelah salah satu pemain mereka diusir. Sebanyak 43 pemain, delapan staf pelatih, dan dua anggota pengurus Uberlandia dikeluarkan, sementara Mamore unggul 3-1 setelah mencetak gol pada menit ke-9 waktu tambahan, yang memicu kemarahan dan perkelahian antar-pemain.
Kekacauan semakin memburuk setelah pemain Mamore, Davi, mengejek lawannya saat merayakan gol, memicu bentrokan yang melibatkan hampir seluruh pemain dan ofisial kedua tim. Drosghic Modesto dalam laporannya menyatakan bahwa kondisi keamanan sudah tidak terkendali, sehingga ia terpaksa menghentikan pertandingan. Ia juga melaporkan ancaman terhadap dirinya dan kerusakan yang dilakukan tim Mamore terhadap ruang ganti pasca-laga. Sebelumnya, rekor dunia untuk kartu merah terbanyak dipegang Argentina dengan 36 kartu pada Februari 2011.
Sebagai bentuk gestur sportivitas, Uberlandia mengumumkan pada Rabu, 4 November 2026, bahwa mereka mengundurkan diri dari leg kedua semifinal, karena Mamore tidak memiliki cukup pemain yang memenuhi syarat untuk bertanding. Dengan demikian, Mamore otomatis melaju ke final turnamen. Uberlandia menegaskan bahwa langkah disipliner internal telah diambil terhadap pihak-pihak yang terlibat, dengan menekankan bahwa pengembangan karakter atlet adalah prioritas utama.















