Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui bahwa perang dengan Iran menjadi salah satu faktor utama kekalahan telak Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu pada Selasa, 3 November 2026. Partai Demokrat berhasil menguasai kedua kamar Kongres—Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat—menghentikan agenda legislatif Trump selama sisa masa jabatannya. Dalam wawancara dengan *The Wall Street Journal*, Trump menyatakan, “Iran adalah salah satu faktornya,” namun ia tidak menyesali keputusannya memulai konflik tersebut awal tahun ini. Ia menambahkan bahwa pemilih setuju dengan pendekatannya terhadap Teheran, tetapi menolak dampak jangka pendeknya, terutama kenaikan harga bahan bakar yang membebani rumah tangga.
Trump menegaskan bahwa kenaikan harga bensin hanyalah “masalah jangka pendek, demi keuntungan jangka panjang,” dan mempertahankan kebijakan memangkas bantuan militer AS ke Israel, dengan alasan negara itu “sudah cukup kaya” dan tidak lagi perlu bantuan sebesar USD4 miliar per tahun. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang memimpin operasi militer di Timur Tengah, dan menolak rencana perombakan kabinet. Meski mengakui kekalahan politik, Trump tetap membuka kemungkinan kesepakatan diplomatik dengan Iran, asalkan mencakup batasan ketat terhadap program senjata nuklirnya.















