Sumbawanews.com,- Radhit (27), pengemudi ojek online dari Jombang, menjalani lima aplikasi sekaligus—Shopee, Maxim, InDrive, Lalamove, dan ACI—untuk mempertahankan penghasilan di tengah tekanan pendapatan yang terus menurun. Ia mengaku pendapatan dari satu aplikasi saja sudah tidak cukup untuk menutupi biaya operasional, kebutuhan rumah tangga, dan biaya perawatan kendaraan. Sejak resign dari pekerjaan sebagai content creator akibat gaji tak dibayar selama dua bulan pada Oktober 2025, ia memilih menjadi pengemudi ojol penuh waktu. Persaingan ketat dan bertambahnya jumlah driver, sementara pesanan terbatas, memaksa Radhit menerapkan strategi multi-apping sejak awal 2025. Ia mengatur notifikasi secara ketat, mematikan aplikasi lain saat menerima pesanan, dan memilih orderan berdasarkan jarak dan tarif demi memaksimalkan pendapatan. Tarif perjalanan 1-4 kilometer hanya menghasilkan sekitar Rp7.200, bahkan lebih rendah saat ada double order, sementara potongan aplikator tidak sebanding dengan biaya bensin, paket data, oli, dan perawatan motor. Untuk memenuhi aturan atribut, ia menggunakan jaket dua sisi—satu untuk Shopee, satu lagi untuk Maxim—dan rompi bolak-balik untuk aplikasi lain. Radhit mengakui pembatalan pesanan sering terjadi akibat bentrok tujuan, meski berisiko menurunkan performa akun. Ia juga mengeluhkan ketidakakuratan petunjuk navigasi, waktu tunggu di restoran hingga 15 menit, dan biaya parkir yang mengurangi pendapatan bersih. Ia berharap pemerintah dan aplikator mengevaluasi penerimaan driver baru, meninjau ulang tarif, dan mendengar keluhan pengemudi, bukan hanya fokus pada kepuasan konsumen. “Kami cuma ingin argo dan aturan yang layak, keluh kesah kami didengar, bukan hanya dari sisi customer,” ujarnya.















