Home Berita Nasional Yayasan Calo dan Dapur Fiktif Merugikan Program MBG Era Sebelumnya

Yayasan Calo dan Dapur Fiktif Merugikan Program MBG Era Sebelumnya

Sumbawanews.com,- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkap praktik jual beli titik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) dan keberadaan yayasan calo yang memotong anggaran program di era kepemimpinan sebelumnya. Ia menyebut, titik dapur sempat diperjualbelikan dengan harga antara Rp300 juta hingga Rp350 juta. Yayasan-yayasan yang didirikan oleh oknum di BGN Pusat, lanjutnya, tidak memiliki peran nyata dalam operasional, tetapi hanya menitipkan nama untuk mengambil keuntungan dari setiap ompreng makanan yang disalurkan—mulai dari Rp500 hingga Rp1.500 per hari. Berdasarkan catatan Kejaksaan Agung, sekitar 560 hingga 600 dapur terindikasi fiktif dan terafiliasi dengan praktik ini. Sudaryono menjelaskan, jika satu dapur menyediakan 2.000 ompreng per hari dengan potongan Rp1.000, maka pendapatan harian ilegal mencapai Rp2 juta, dan jika dikalikan 500 dapur, kerugian negara bisa mencapai Rp1 miliar per hari tanpa usaha atau modal. Praktik ini, menurutnya, menjadi penyebab utama penyimpangan standar menu MBG yang dikeluhkan masyarakat.

Previous articleErdogan Teguh Pertahankan Kesepakatan Maritim dengan Libya, Dukungan Arab Memperdalam Sengketa
Next articleFC Seoul Hancurkan Viettel 5-0, Media Korsel Terkejut