Home Berita Internasional Suriah dan Yordania Kembali Buka Perbatasan Setelah Ketegangan

Suriah dan Yordania Kembali Buka Perbatasan Setelah Ketegangan

Sumbawanews.com,- Perbatasan utama antara Suriah dan Yordania kembali dibuka pada Rabu, 28 Oktober 2026, setelah ditutup selama satu hari menyusul serangan udara Yordania yang menewaskan warga sipil di wilayah selatan Suriah. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari upaya meredakan krisis diplomatik yang memuncak setelah penembakan di sebuah gereja Ortodoks Yunani di Karak, Yordania, pada Senin, 26 Oktober, yang menewaskan sembilan orang dan melukai 25 lainnya. Pemerintah Yordania membantah klaim Suriah bahwa serangan udaranya dilakukan tanpa koordinasi, sementara otoritas Suriah menyatakan tujuh warga sipil tewas, termasuk tiga anak-anak, akibat serangan tersebut. Perlintasan Nassib-Jaber, yang menjadi jalur utama perdagangan dan pergerakan penumpang, kini telah beroperasi normal kembali, menurut pernyataan pejabat bea cukai Suriah, Mazen Alloush.

Serangan balasan Yordania ditujukan sebagai respons terhadap penembakan di gereja, yang diduga dilakukan oleh tiga warga negara Yordania yang telah ditangkap. Pemerintah Yordania menegaskan bahwa serangan udaranya menargetkan basis ISIS di Suriah, dengan perkiraan lebih dari 20 anggota kelompok itu tewas dan sebuah gudang senjata hancur. Namun, Suriah mengecam serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat diterima, menuntut keadilan bagi korban sipil. Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, dalam pembicaraan dengan mitranya dari Suriah, menyampaikan duka cita atas korban jiwa dan menegaskan komitmen Yordania terhadap kedaulatan Suriah. Kedua negara sepakat akan menggelar pertemuan komite keamanan gabungan dalam beberapa hari mendatang untuk membahas koordinasi penindakan terhadap sisa-sisa ISIS di wilayah perbatasan.

Di Desa Al-Taf, Provinsi Daraa, keluarga korban menggambarkan kehancuran akibat rudal yang menghantam rumah mereka saat tidur. Seorang warga, Nassouh al-Salim, menatap kantong jenazah abu-abu yang berisi keluarganya—ibu, kakak laki-laki, dan ketiga anaknya—yang tewas dalam serangan itu. Puing-puing rumah masih berserakan dengan sisa buku sekolah, pakaian, dan perabotan, menjadi saksi bisu kekejaman yang menimpa warga sipil. Menteri Keadaan Darurat Suriah, Raed al-Saleh, menegaskan bahwa pemerintahnya sedang menempuh jalur diplomatik dan hukum untuk menuntut pertanggungjawaban atas insiden ini.

Previous articlePersib Bandung Hancurkan Melbourne Victory 2-0, Balsa Sekulic Borong Dua Gol
Next articleFlavio Bolsonaro Kabur ke AS Usai Kalah dari Lula, Klaim Pemilu Curang