Sumbawanews.com,- Flavio Bolsonaro, calon presiden Brasil dari kubu sayap kanan, melarikan diri ke Amerika Serikat setelah kalah tipis dari Lula da Silva dalam putaran kedua pemilu presiden Brasil pada 25 Oktober 2026. Dalam surat publik yang diunggah di media sosial pada 28 Oktober, ia menolak hasil resmi pemilu yang menetapkan Lula sebagai pemenang dengan 51,76 persen suara, sementara dirinya hanya meraih 48,24 persen. Bolsonaro mengklaim dirinya menjadi korban politisasi peradilan dan menuduh Mahkamah Agung Brasil korup, lalu memboyong keluarganya ke Miami setelah menyelundup ke Argentina. Ia menegaskan tidak ada perintah penahanan terhadapnya karena tidak melakukan kejahatan, tetapi ia menjadi sasaran “perburuan politis” untuk melindungi hakim-hakim yang dianggapnya tidak bersih. Tanpa menyajikan bukti konkret, Bolsonaro menuduh terjadi kecurangan pemilu yang ia saksikan langsung, dan berjanji akan memimpin oposisi dari pengasingannya di AS.















