Sumbawanews.com,- AC Milan tumbang telak 0-3 dari Bournemouth dalam laga Liga Europa, Kamis (22/10/2026), di Stadion Vitality, Bournemouth. Kekalahan ini membuat pelatih Ruben Amorim mengakui bahwa timnya kehilangan kendali hanya 20 menit setelah laga dimulai. Kekalahan ini dipicu oleh dua penalti yang dimanfaatkan Bournemouth, setelah kiper Mike Maignan menerima kartu merah langsung, sehingga Rossoneri harus bertahan dengan 10 pemain.
Bournemouth membuka skor lewat eksekusi penalti Justin Kluivert pada menit ke-8. Setelah Maignan diganjar kartu merah, tuan rumah mendapat kesempatan kedua dari titik putih, yang dimanfaatkan Marcus Tavernier pada menit ke-25. Dengan keunggulan 2-0, Bournemouth semakin menguasai jalannya pertandingan. Gol ketiga dicetak Amine Adli pada menit ke-84 lewat tendangan bebas, mengukuhkan kemenangan 3-0 bagi tim tuan rumah.
Amorim secara terbuka mengakui kegagalan timnya dalam mengelola situasi kritis. “Penampilan kami tidak bagus karena pertandingan sudah berakhir setelah 20 menit,” ujarnya kepada UEFA. Ia mengakui para pemain tetap berusaha bertahan dan menekan di babak kedua, namun kesalahan awal—terutama kartu merah—telah menghancurkan strategi permainan. Ia menekankan bahwa tim harus belajar dari kekalahan ini agar tidak lagi terjebak dalam situasi serupa akibat pelanggaran sepele.
Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi AC Milan yang datang dengan harapan meraih poin penting di kandang lawan. Amorim meminta skuad segera bangkit dan beralih fokus ke laga berikutnya, baik di Serie A maupun Liga Europa, khususnya pertandingan melawan Ferencvaros. “Kami harus pulih dan memikirkan pertandingan berikutnya. Sekarang kami harus fokus ke liga, kemudian berusaha memenangkan pertandingan Liga Europa berikutnya melawan Ferencvaros, seperti yang selalu kami lakukan di setiap pertandingan,” tegasnya.
Kekalahan ini menjadi pengingat keras bahwa kesalahan di awal pertandingan bisa berdampak besar. Dengan Maignan yang akan absen dalam laga mendatang, Amorim kini dihadapkan pada tantangan strategis: memperbaiki disiplin defensif sekaligus menemukan solusi jitu untuk menghadapi tekanan lawan tanpa kehilangan keseimbangan tim.















