Sumbawanews.com,- Seorang anggota parlemen Malaysia, Kalam Salan, menarik perhatian dalam sidang Dewan Rakyat dengan menyampaikan pesan mendesak kepada Presiden Indonesia Prabowo Subianto terkait kabut asap lintas batas, menggunakan bahasa Jawa sebagai bagian dari komunikasi diplomatik yang tak biasa. Dalam debat RUU Anggaran Belanja 2027, Kalam yang mewakili daerah Sabak Bernam, meminta pemerintah Indonesia segera menghentikan pembakaran hutan dan lahan gambut yang menyebabkan kabut asap merusak kesehatan dan ekonomi warga Malaysia.
Ia menekankan bahwa kabut asap tidak hanya memicu gangguan pernapasan, asma, dan batuk, tetapi juga mengganggu kegiatan sekolah, pariwisata, dan penangkapan ikan. Kalam menolak anggapan bahwa hutan Indonesia “menghasilkan oksigen untuk Malaysia,” menanyakan apakah pohon-pohon di Malaysia terbuat dari plastik sehingga tidak mampu memproduksi udara bersih sendiri. Ia pun mendorong penguatan kerja sama regional melalui Filipina, sebagai Ketua ASEAN 2026, untuk memperkuat penegakan hukum bersama, sistem peringatan dini berbasis satelit, dan pendirian dana regional untuk pemulihan lahan gambut serta bantuan bagi masyarakat terdampak.
Anggota parlemen lain, Mohamad Shafizan Kepli, menambahkan bahwa Malaysia harus meniru langkah Singapura yang telah memberikan peringatan hukum kepada 10 perusahaan Indonesia yang diduga terlibat dalam pembakaran hutan. Ia mempertanyakan apakah Malaysia memiliki kerangka hukum serupa dan menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat tidak boleh dikorbankan demi ketidakjelasan tanggung jawab lintas batas.















