Home Berita Internasional Imbas Serangan Houthi, Pemerintah Arab Saudi Terapkan WFH di Riyadh

Imbas Serangan Houthi, Pemerintah Arab Saudi Terapkan WFH di Riyadh

Sumbawanews.com,- Pemerintah Arab Saudi menginstruksikan pegawai di ibu kota Riyadh untuk bekerja dari rumah mulai Senin, 19 Oktober 2026, hingga Kamis, 22 Oktober 2026, menyusul serangan berulang oleh kelompok Houthi dari Yaman. Kebijakan work from home (WFH) diberlakukan di sejumlah lembaga pemerintah, termasuk di Kingdom Centre, gedung pencakar langit yang menjadi kantor regional Dana Moneter Internasional (IMF). Pesan resmi yang dikirimkan kepada pegawai menyatakan bahwa aktivitas kerja tetap berjalan, namun dilakukan secara jarak jauh untuk menjaga keamanan. Beberapa kantor di kawasan Al-Olaya dan King Abdullah Financial District juga telah menghentikan operasional fisik sejak dua minggu lalu, sementara perusahaan besar asal Amerika Serikat di kawasan itu turut mengikuti langkah serupa.

Serangan Houthi dalam beberapa hari terakhir semakin intens, dengan target utama bandara, fasilitas energi, dan infrastruktur militer. Insiden paling mematikan terjadi pada 10 Oktober, ketika serangan di Bandara Riyadh menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya—menjadi serangan paling mematikan di Arab Saudi dalam lebih dari satu dekade. Secara keseluruhan, serangan terhadap bandara-bandara di negara itu telah menewaskan 20 orang sejak awal Oktober. Konflik antara Houthi dan Arab Saudi memanas kembali pada Juli 2026, setelah jeda sejak 2022, sementara kelompok itu juga memperkuat kendali atas jalur strategis Selat Bab al-Mandab setelah merebut wilayah pesisir Laut Merah di Yaman pada September.

Previous articlePSG Hadapi Ujian Berat Lawan Yamal dan Barcelona di Liga Champions
Next articlePolisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Motif Masih Misteri