Sumbawanews.com,- Timnas Malaysia tengah mempertimbangkan penunjukan Hajime Moriyasu, pelatih Timnas Jepang, sebagai pelatih baru demi menggarap kampanye kualifikasi Piala Dunia 2030. Kabar ini pertama kali muncul dari media Jepang Sakanowa, lalu menyebar luas di Vietnam dan Malaysia, menyusul rencana Moriyasu yang akan menyelesaikan masa tugasnya bersama Samurai Biru usai Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Agen sepak bola FIFA, Effendi Jagan Abdullah, memperkirakan gaji yang harus disiapkan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mencapai 60.000 dolar AS (sekitar Rp1 miliar) per bulan untuk merekrut pelatih berkelas dunia itu. Meski demikian, Presiden FAM, Datuk Ab Ghani Hassan, membantah adanya negosiasi resmi dan menegaskan keputusan akhir berada di tangan komite eksekutif, bukan dirinya sendiri.
Moriyasu, yang kini berusia 56 tahun, menjadi sosok yang sangat diminati mengingat rekam jejaknya yang luar biasa. Ia adalah pelatih dengan masa jabatan terpanjang dalam sejarah Timnas Jepang dan satu-satunya pelatih yang mencatatkan 100 pertandingan internasional bersama Samurai Biru. Prestasi puncaknya terjadi di Piala Dunia 2022, ketika ia memimpin Jepang menaklukkan raksasa dunia Jerman dan Spanyol di fase grup. Kinerjanya dianggap sebagai inspirasi bagi Malaysia, yang baru saja meraih peringkat ketiga di ASEAN Cup 2026 di bawah arahan pelatih interim Tan Cheng Hoe. Kemenangan 1-0 atas Vietnam di laga perebutan tempat ketiga menjadi bukti bahwa skuad Harimau Malaya memiliki potensi besar—jika diberi arahan tepat.
Pemerintah Malaysia, melalui Menteri Belia dan Sukan, Dr. Taufiq Johari, menekankan bahwa setiap keputusan penunjukan pelatih harus melalui evaluasi menyeluruh terhadap performa, alokasi anggaran, dan proses kerja bersama FAM dan seluruh pemangku kepentingan. Meski gaji fantastis menjadi hambatan utama, pihak FAM tetap membuka kemungkinan mempertahankan Tan Cheng Hoe jika dinilai mampu membawa tim melangkah lebih jauh. Kepastian soal keberlanjutan pelatih Timnas Malaysia masih menanti keputusan resmi dari komite eksekutif, sementara spekulasi tentang Moriyasu terus memanas di kancah sepak bola Asia Tenggara.















