Home Berita Internasional Starlink Terbatas, Musk Tuntut Zelensky Mundur

Starlink Terbatas, Musk Tuntut Zelensky Mundur

Sumbawanews.com,- Miliarder teknologi Elon Musk meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mundur dari jabatannya, menyusul gangguan pada layanan Starshield—sistem komunikasi satelit militer berbasis teknologi Starlink yang digunakan pasukan Ukraina. Permintaan itu disampaikan Musk melalui akun X pada Kamis, 15 Oktober 2026, tepat setelah Zelensky memperingatkan bahwa matinya koneksi satelit akan berakibat fatal bagi pasukan dan warga sipil. Gangguan tersebut terutama memengaruhi terminal Starshield yang dipasang pada drone dan kendaraan bergerak cepat, dengan batas kecepatan operasional ditetapkan di 160 kilometer per jam, mengakibatkan putusnya koneksi saat perangkat melampaui batas itu. Penasihat militer Ukraina Serhii Beskrestnov mengonfirmasi pembatasan itu diterapkan tanpa pemberitahuan sebelumnya, sementara komandan satuan drone Yevhen Karas mengaku sejumlah misi gagal dan drone hilang akibat gangguan selama satu hari tersebut.

Musk juga membagikan unggahan yang menuduh Zelensky terlibat korupsi dan tidak serius mengejar perdamaian, meski tanpa menyajikan bukti independen. Pernyataan Musk memperuncing ketegangan antara Kyiv dan Washington, yang sebelumnya sudah dipicu oleh kritik Zelensky terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump, termasuk pelonggaran sanksi diesel Rusia dan ketidakjelasan dukungan militer AS. Gangguan tidak menimpa seluruh jaringan Starlink, tetapi khusus pada sistem Starshield yang dirancang untuk operasi militer. Drone pencegat Ukraina dan alat serang yang bergantung pada komunikasi real-time terdampak, menghambat kemampuan mereka menyerang fasilitas logistik Rusia maupun menghadapi serangan drone musuh. Kehilangan koneksi saat drone terbang di atas batas kecepatan membuat operator kehilangan kendali, berpotensi menyebabkan kegagalan misi dan kerugian peralatan.

Previous articleBarcelona Tantang Betis di Kandang, Rekor Sempurna Dipertaruhkan
Next articleMalaysia Pertimbangkan Bajak Moriyasu dari Jepang untuk Kualifikasi Piala Dunia 2030