Sumbawanews.com,- Industri maritim Turki sedang mempercepat transisi menuju nol emisi melalui pengembangan kapal listrik, pelabuhan ramah lingkungan, dan infrastruktur energi bersih, menjelang penyelenggaraan COP31 di Antalya pada November 2026. Upaya ini dipaparkan oleh Turkish Shipbuilders’ Association (GISBIR) kepada 20 jurnalis internasional, termasuk dari Indonesia, dalam kunjungan ke Istanbul pada 13 Oktober 2026. Pusat inovasi terlihat di Tuzla, di mana empat kapal tunda listrik—termasuk GISAS POWER, kapal tunda listrik penuh pertama di dunia—telah beroperasi sejak 2020 dan berhasil mengurangi emisi karbon dioksida hingga 2.551 ton hingga Mei 2026.
Selain kapal, GISBIR dan mitranya, Navtek Naval Technologies, merancang proyek Zero Emission Electric Port (Z-Port) di Tuzla yang mengintegrasikan panel surya, turbin angin, penyimpanan baterai, dan fasilitas produksi hidrogen. Proyek ini membutuhkan investasi sekitar 17 juta euro untuk melengkapi dua kapal tunda listrik, satu kapal tunda hidrogen, tiga kapal pendukung operasional, serta infrastruktur elektrolisis dan pengisian daya. Jika pendanaan tersedia, pembangunan bisa selesai dalam dua tahun. Namun, tantangan utama masih terletak pada kesiapan jaringan listrik dan biaya awal yang 30–50 persen lebih tinggi dibanding kapal konvensional, dengan harga kapal tunda listrik berkemampuan tarik 30 ton mencapai 6,5 juta euro.
GISBIR juga menekankan pentingnya memperhatikan kapal-kapal kecil dan menengah yang beroperasi di perairan domestik, seperti feri dan kapal pandu, yang kontribusi emisinya sering diabaikan. Teknologi baterai dinilai sudah cukup matang untuk diterapkan pada jenis kapal ini, asalkan didukung infrastruktur pengisian daya. Di sisi lain, organisasi ini mengusulkan proyek Blue Bird—menggunakan kapal listrik kecil untuk mengumpulkan limbah dari yacht—dan mendorong penggunaan sistem tambat kapal guna melindungi lamun Posidonia oceanica, ekosistem laut penting di pesisir Turki. Proyek-proyek ini masih menunggu dukungan pendanaan dan belum direalisasikan, meski telah disampaikan kepada kementerian terkait. GISBIR berharap pengalaman Turki menjadi bagian dari diskusi internasional di COP31, khususnya terkait perlindungan ekosistem laut dan penerapan teknologi ramah lingkungan di sektor maritim.















