Home Berita Dari Petani Singkong, Malah Berhasil Tanam Tebu Jadi Sukses

Dari Petani Singkong, Malah Berhasil Tanam Tebu Jadi Sukses

Jember,Sumbawanews.com – Petani asal Darungan-Tanggul, Kabupaten Jember, dikenal masyarakat dengan nama panggilan Pak Jenggot alias Hariyono, awalnya dia sebagai petani yang menekuni tanam singkong di kebun miliknya yang tak jauh dari pemukiman rumah warga. Sabtu, 10/10/2026.

Seiiring dengan berjalannya waktu,
Hariyono bergeser ke tanaman tebu. Hariyono sebagai pemilik lahan tebu saat berada dilokasi tebang di petak Gambirono-Bangsalsari, ditemui Media mengatakan bahwa adanya tebu MBS (Manis, Bersih, Segar).

Hariyono menjelaskan, Iya saya awalnya sebelum tanam tebu ini saya tanam singkong dilahan pekarangan rumah dengan luasan 0,47 hektar, hingga sampai menjalani 4 (empat) musim panen. Untuk panen yang pertama dan ke 2 (dua) kita masih mendapatkan hasil yang cukup lumayan.

Untuk berikutnya masa panen yang ke 3 (tiga) dan yang ke 4 (empat), harga singkong sudah mulai tidak stabil, artinya harga singkong menurun jauh tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Jadi lahan singkong tersebut saya pindah kelola ketanaman tebu diawal tanam.”ujarnya.

“Menambahkan, Sebenarnya untuk tebu Manis, Bersih, Segar (MBS ) itu, penanamannya semua sama tinggal kita yang merawat, yang pertama kalau pada umumnya nanam itu kemantanan jejer dua. Tapi kalau saya tidak seperti itu, salaman tapi tipis kayak siksak gitu aja.

Dan itu nanam awal pada bulan 11 akhir,
sehabis itu sekitar berumur 2 bulan tebu tersebut di pupuk (rabuk), dan kalau ada tumbuh gulmanya, maka dilakukan penyemprotan dengan obat rumput itu, dan setelah itu pakai Pupuk ZA (Zwavelzure Ammoniak) non-subsidi.

Tanaman tebu saya ini hanya memiliki dengan keluasan 0,47 kalau 0,5 itu sekitar lima bak, jadi kalau 0,47 tidak sampai 5 bak sekitar 5 hektar kurang sedikit.
Jadi mulai tanam sampai panen tebu saya ini berumur sekitar 11 bulan, atau 10 bulan bisa panen, tapi 10 akhir.

Dan sedangkan untuk ketinggian tebu saya ini sekitar mencapai 26 ruas, mulai dari 26, 25, dan 24 paling pendek. Jadi kalau mau panen tebu saya itu bisa nenggel atau motong 3 batang dari 1 lonjor batang tebu tersebut, itupun sudah keadaan betul-betul bersih.

Untuk masalah perawatan saya pakai Pupuk Non-Subsidi ZA tambah sama dengan Pupuk Urea biasa yang pertama, dan yang kedua pakai Pupuk ZA dan Pupuk Urea tapi sedikit dan di kasih Pupuk Ponska Subsidi, dan itupun harus digulut juga atau di hampar.

Jadi habis di Pupuk (rabuk) ditaburkan ke tebu, habis itu digulut atau di hamparkan jadi kependam oleh tanah. Dan mulai tanam umur 2 (dua) bulan di rabuk, dan dari 2 (dua) bulan itu sampai ke 2 (dua) bulan berikutnya di rabuk kembali yang kedua terakhir.

“Tambah, Dan untuk bibit tebu tanam ini saya di kasih pemerintah, itu apa katanya PPL, jadi asli bantuan dari pemerintah, dapat bantuan bibit dan juga dapat bantuan untuk perawatan, dan untuk bibit kalau luasan 1 hektar itu 1 truk.

Dan pemerintah ngasih bantuan untuk perawatan itu sekitar 3,8 juta untuk luasan 0,8 hektar, dan untuk 1 hektar itu sekitar 4 juta. Alhamdulillah kalau untuk tebang, menurut saya (MBS), karena tanamannya juga bagus, dan setor ke pabrik biar rendemennya itu tinggi.

Tebu itu kalau bersih tamba bagus (MBS) Manis, Bersih, Segar, jadi menurut saya itu sangat eman-eman kalau tidak di MBS. Dan saya nanam tebu pertama kali ini, dan ini pun saya baru belajar karena pengalaman saya diawal saya nanam singkong.

Dan saya menekuni tanam tebu ini ya Alhamdulillah berhasil, kita itu harus bisa merawat dan pupuknya benar-benar bagus jadi bisa kita pahami. Dan caranya kita pakai tebangan bersih (dikawal), tebangan pertama harus kita kawal, kalau perlu jangan sampai ada daduknya.

Jadi betul-betul MBS, begitu disetor ke pabrik PG Semboro dan stempelnya dapat bagus, stempel (A). Dan itu stempel ada yang A, B, C, D, E, F, bahkan kami setiap setor ke pabrik selama mulai awal setor ke pabrik PG Semboro itu saya dapat stempel
(A) terus.

Dan tidak pernah dapat stempel (B), karena mutu saya itu memang bagus, untuk pengawalan dari lokasi tebang sampai masuk ke pabrik PG Semboro.
Untuk muatan dipetak Curah Waru Gambirono dengan luasan 0,47 hektar itu mendapatkan 500 kuintal atau 50 ton.

Dan untuk posisi dipetak Bangsalsari-
Rambutan 5 (lima) bak, menghasilkan 26 ton. Untuk harapan saya, ya di teruskanlah cara perawatan tanam tebu betul-betul di kondisikan biar nanti hasilnya bagus, dan kualitasnya juga bagus, dan kita mupuknya mumpuni sesuai takaran.

Karena tumbuhan sesuai takaran itu penting, dan perkara cara saya ini mau di kembangkan oleh para petani yang lain monggo, karena pekerjaan apapun itu kalau benar-benar ditekuni kita yakin, insyaallah pasti akan ada keberhasilan bagi kita.”pungkas Hariyono

(Indra).

Previous articleRRQ Hoshi Gagal Masuk Playoff untuk Ketiga Kalinya Berturut-turut
Next articleBus Persib EPA Diserang di Rest Area Batang, Jakmania Tegas Tolak Kekerasan
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.