Sumbawanews.com,- Turki menegaskan tidak akan mengirim pasukan militer ke Yaman untuk melawan kelompok Houthi, meski telah sepakat dalam Pakta Pertahanan Makkah untuk membantu Arab Saudi. Menteri Luar Negeri Hakan Fidan menekankan bahwa perjanjian tersebut bersifat defensif, bukan ofensif, dan tidak mengizinkan operasi militer di wilayah negara lain. “Ini bukan perjanjian ofensif. Turki tidak akan mengirim pasukan ke wilayah negara lain untuk melancarkan serangan di sana,” tegas Fidan dalam konferensi pers di Ankara. Pengerahan pasukan Turki ke Arab Saudi, jika terjadi, hanya akan terbatas pada misi pertahanan dan perlindungan infrastruktur, bukan serangan ke Yaman.
Pekan ini, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan sepakat mengerahkan pasukan dan peralatan militer sebagai bentuk solidaritas terhadap Riyadh dalam menghadapi serangan dari Houthi. Fidan menyebut tim militer Turki sedang mengkaji kebutuhan pertahanan Arab Saudi untuk menentukan kontribusi yang bisa diberikan, termasuk kemungkinan pengiriman personel, pilot, dan pesawat tambahan. Proses persiapan internal Turki untuk mengajukan Pakta Makkah ke parlemen telah selesai, dan pemerintah berencana segera mengirimkan rancangan tersebut untuk disetujui legislatif.
Laporan dari Middle East Eye menyebut pengerahan lebih lanjut akan bergantung pada persetujuan parlemen Turki, yang saat ini sedang dalam tahap prosedural.















