Sumbawanews.com,- Perwakilan militer dari seluruh 32 negara anggota NATO menggelar pertemuan langka di Kyiv pada Selasa, 6 Oktober 2026, dalam sebuah demonstrasi solidaritas militer yang belum diikuti keputusan politik untuk menerima Ukraina sebagai anggota aliansi. Kunjungan ini, yang pertama sejak April 2018, menandai penguatan kerja sama pertahanan antara NATO dan Ukraina, tetapi tidak mengubah fakta bahwa keanggotaan Kyiv tetap belum menjadi agenda resmi. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa keanggotaan Ukraina di NATO saat ini tidak dibahas di meja pembahasan, karena persetujuan bulat dari seluruh anggota masih menjadi syarat mutlak. Ketua Komite Militer NATO, Laksamana Giuseppe Cavo Dragone, menegaskan bahwa hubungan antara NATO dan Ukraina kuat dan tidak dapat diputuskan, sementara delegasi juga mengunjungi fasilitas pertahanan dan Tembok Peringatan bagi tentara Ukraina yang gugur sebagai bentuk penghormatan. Meski kerja sama militer terus meningkat melalui pelatihan, bantuan persenjataan, dan penyesuaian standar operasional, NATO menegaskan bahwa kemampuan bersinergi secara teknis tidak otomatis memberikan hak atas perlindungan pertahanan kolektif yang hanya dimiliki negara anggota.















