Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghadapi gangguan berulang kali selama kampanye di Freeman Coliseum, San Antonio, Texas, pada Rabu malam (7/10/2026). Pidatonya yang bertujuan mendukung kandidat Senat Partai Republik Ken Paxton terus terhenti akibat interupsi dari demonstran, dengan petugas keamanan mengusir setidaknya 10 orang dari arena. Ketegangan memuncak ketika seorang pendukung Trump menyerang fisik seorang demonstran yang sedang meninggalkan panggung, memicu keributan yang langsung dipisahkan oleh peserta lain dan petugas. Insiden ini terjadi di tengah kampanye menjelang pemilu paruh waktu 3 November 2026, di negara bagian yang selama puluhan tahun menjadi benteng Partai Republik namun kini mengalami persaingan elektoral yang semakin ketat.
Sedikitnya belasan orang mengganggu pidato Trump sepanjang acara, menurut Associated Press, sementara CBS News mencatat 10 orang dikeluarkan atau meninggalkan lokasi setelah interupsi. Salah satu momen paling tegang terjadi kurang dari 10 menit setelah Trump mulai berbicara, ketika seorang demonstran bergerak menjauh dari panggung sambil berteriak, lalu tiba-tiba ditarik rambutnya oleh seorang pria bertopi merah yang mendukung Trump. Rekaman televisi menunjukkan petugas keamanan berusaha mengendalikan situasi, namun belum ada konfirmasi resmi apakah penyerang tersebut ditahan atau dijerat hukum.
Trump sempat menjauh dari mikrofon saat seorang demonstran mendekati panggung. Setelah orang itu dikeluarkan, ia mengejeknya di hadapan ribuan pendukung: “Dia akan pulang menemui ibunya. Tetapi yang tidak dia ketahui, ibunya memilih Trump.” Pernyataan itu disambut sorakan meriah, sementara sebagian hadirin mengangkat topi koboi dan meneriakkan “USA” untuk menenggelamkan suara protes. Namun, interupsi terus muncul meski sejumlah demonstran telah diusir.
Trump kemudian melontarkan tuduhan bahwa sebagian demonstran dibayar oleh “musuh negara kita,” tanpa menyajikan bukti apa pun. Tuduhan serupa pernah ia sampaikan sebelumnya, tetapi hingga kini tidak ada verifikasi independen yang mengonfirmasi adanya pembayaran atau keterlibatan organisasi tertentu. CBS News melaporkan bahwa satu orang diborgol sebelum dikeluarkan, sementara lainnya pergi tanpa penahanan. Otoritas setempat dan Dinas Rahasia AS belum memberikan rincian hukum terkait nasib para demonstran.
Di luar gedung, lebih dari 100 demonstran berkumpul dalam aksi damai yang diorganisasi oleh Partai Demokrat Bexar County dan kelompok Party for Socialism and Liberation. Mereka membawa poster dan meneriakkan protes terhadap kebijakan imigrasi Trump, rencana perang Iran, serta kenaikan biaya hidup, sekaligus menolak dukungannya terhadap kandidat Republikan. Petugas keamanan membentuk pembatas antara demonstran luar dan pendukung Trump, dan meski terjadi ejekan verbal, tidak ada kekerasan di luar arena.
Kontak fisik dan kekerasan hanya tercatat di dalam Freeman Coliseum, di mana suasana semakin memanas seiring berulangnya interupsi dan komentar Trump yang mengejek penampilan para demonstran. Pernyataan itu memicu sorakan pendukung, tetapi tidak mampu menghentikan gelombang protes yang terus muncul hingga akhir acara.















