Sumbawanews.com,- Kanselir Jerman Friedrich Merz memprotes keras terpilihnya Tobias Rausch dari partai sayap kanan jauh Alternative für Deutschland (AfD) sebagai Presiden Parlemen Negara Bagian Sachsen-Anhalt, sebuah kejadian bersejarah yang menandai pertama kalinya politikus AfD memimpin lembaga legislatif daerah di Jerman. Pemungutan suara rahasia yang berlangsung pada 6 Oktober 2026 di Magdeburg menghasilkan 48 suara mendukung Rausch, melebihi jumlah kursi AfD yang hanya 39, dan memicu dugaan adanya dukungan dari anggota Partai CDU yang seharusnya menjaga jarak dari kelompok ekstremis. Merz, yang juga ketua CDU, menyebut kemenangan ini sebagai titik balik berbahaya yang memperdalam penetrasi kekuatan ekstremis ke dalam institusi demokrasi, dan menegaskan bahwa setiap suara yang diberikan kepada AfD adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai partai dan konstitusi Jerman.
Meski pemungutan suara bersifat rahasia, klaim Rausch bahwa ia telah berkomunikasi dengan sejumlah anggota CDU sebelum pemilihan memperuncing kontroversi. Ia menyatakan kepada media bahwa ada anggota CDU yang mendekatinya, bahkan membicarakan kemungkinan dukungan untuk kandidat AfD lain dalam pemilihan menteri-presiden pada Desember mendatang. Namun, CDU membantah adanya kesepakatan resmi. Ketua fraksi CDU di Sachsen-Anhalt, Sven Schulze, menegaskan tidak ada anggotanya yang berjanji mendukung Rausch, meski sejumlah anggota dilaporkan memilih menolak daripada abstain sesuai anjuran partai. Di tingkat federal, Ketua Fraksi CDU/CSU Thorsten Frei menolak menyebut dukungan terhadap Rausch sebagai fakta, menyebutnya masih spekulasi.
Kemenangan Rausch memperoleh 48 suara dari 82 anggota yang hadir—dengan 29 menolak dan lima abstain—menimbulkan pertanyaan tentang asal empat suara tambahan yang tidak bisa dijelaskan oleh AfD maupun BSW, partai kiri populis yang sebelumnya menyatakan akan mendukungnya. SPD, Partai Hijau, dan Die Linke secara terbuka menolak kandidat AfD, sehingga kehadiran suara tambahan itu memicu tekanan politik terhadap CDU. Wakil Kanselir sekaligus Ketua SPD Lars Klingbeil mengecam kemenangan itu sebagai pelanggaran tabu politik dan menuntut penjelasan segera dari CDU dan BSW. Hingga kini, identitas para pemilih yang mendukung Rausch tetap tak terungkap, dan CDU masih berada di tengah badai kepercayaan tanpa konfirmasi resmi atas dugaan kolaborasi politik.















